Wakil Ketua 1 Bidang Akademik STTKD Erwhin Irmawan menyampaikan, pada tahun 2024 ini, wisuda STTKD hanya dilakukan satu kali, berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, yang bisa melakukan dua kali periode wisuda.
"Kami ingin semua wisudawan berkumpul di satu momen, maka kami gelar wisuda satu kali di 2024," jelasnya.
Erwhin menuturkan, pada gelaran wisuda STTKD ke-31 ini, sebayak 691 wisudawan dan wisudawati terdiri dari 6 progam studi (prodi), terhitung dari jenjang D1 sampai S1.
Disebutkan, 6 prodi tersebut meliputi S1 Teknik Dirgantara, D4 Manajemen Transportasi Udara, D3 Manajemen Transportasi, D3 Aeronautika, D1 Pramugari dan Pramugara, serta D1 Ground Handling.
Tidak hanya melakukan wisuda dalam satu periode, ia mengungkapkan bahwa pada kesempatan tersebut, STTKD juga meluluskan mahasiswa S1 Teknik Dirgantara yang berasal dari program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Ia menerangkan, RPL sendiri adalah program yang menyatakan bahwa capaian pembelajaran seseorang diperoleh dari pendidikan formal, non formal, informal, maupun pengalaman kerja.
Hal-hal tersebut menjadi dasar untuk melanjutkan pendidikan formal dan untuk melakukan penyetaraan dengan kualifikasi tertentu.
"Lembaga pendidikan mengakui capaian dari pengalaman, sertifikasi, pelatihan yang non formal dan diakui sebagai SKS," terangnya.
Hal tersebut, kata Erwhin, akhirnya memungkinkan para wisudawan untuk menyelesaikan studinya lebih cepat.
"Masa studinya lebih cepat. Kurang lebih ada yang hanya satu tahun, ada yang 1,5 tahun," bebernya.
"Mayoritas mereka itu dari industri penerbangan, dan lulusan RPL ini sudah bekerja kurang lebih 10 tahun," lanjut Erwhin.
Lebih lanjut, menyoal sebaran lulusan, Erwhin merinci bahwa lulusan STTKD sejauh ini tersebar, dan mengikuti permintaan dari industri.
Mulai dari industri Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO), pramugari dan pramugara, hingga ground handling.
"Semua merata untuk bidang kedirgantaraan. Karena rantai pasokan sumber dayanya itu tidak bisa dipisahkan," lontarnya.
"Lulusan kami tersebar di seluruh wilayah Indonesia," sambungnya.
Dari pemetaan yang ada, wilayah yang cukup dominan untuk serapan lulusan STTKD diakuinya masih berada di Jakarta.
Selain itu, banyak juga lulusan STTKD yang bekerja di wilayah timur Indonesia, hingga luar negeri.
"Lalu kalau mahasiswa kami banyak dari luar Jawa. Seperti dari Lombok, Sumatera, dan Kalimantan," urainya.
"Untuk yang dari Jawa kebanyakan dari Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur. Untuk Jogja justru kurang dari 5 persen," lanjutnya.
Sementara itu, salah seorang wisudawan STTKD Wening Kinasih menyampaikan, bahwa ia memang sudah lama tertarik untuk bisa masuk ke STTKD, utamanya pada sektor manajemen transportasi udara.
"Harapannya, setelah wisuda bisa langsung kerja sesuai bidang ilmu D4 transportasi udara yang saya tekuni," harapnya.
"Kalau keinginan sih kerja di bagian Check In Bandara. Seperti saat kemarin saya PKL di Bandara Husein Sastranegara," tandasnya (iza).
Editor : Bahana.