Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Begini Akibatnya Jika Literasi Keuangan Mahasiswa Rendah dan Menonjolkan Gaya Hidup FOMO, Guru Besar UI: Rawan Terjerumus Pinjol Ilegal

Agung Dwi Prakoso • Jumat, 22 November 2024 | 17:52 WIB
FOKUS: Para mahasiswa menyimak diskusi mengenai Literasi Keuangan di UGM, Kamis (21/11/2024). 
FOKUS: Para mahasiswa menyimak diskusi mengenai Literasi Keuangan di UGM, Kamis (21/11/2024). 

JOGJA - Fear Of Missing Out (FOMO) dan kebiasaan hangout menjadi faktor utama mahasiswa terjerat pinjaman online (pinjol). 

Hal itu juga dikarenakan faktor literasi keuangan yang masih rendah.

"Gen Z sering kali tidak menyadari gaya hidup membutuhkan biaya besar yang tidak sesuai dengan kemampuan finansial mereka," ujar Guru Besar (gubes) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI), Budi Frensidy dalam acara Sosialisasi Literasi Keuangan di UGM, Kamis (21/11/2024).

Gaya hidup yang tidak seimbang dengan kemampuan finansial tersebut membawa mereka terjerumus ke pinjol.

Hal itu karena pinjol menawarkan solusi instan dan tidak ribet, namun sangat berbahaya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total outstanding pinjaman perseorangan pada pinjol naik 14 persen atau mencapai Rp 61,52 Triliun di Indonesia.

Data per akhir Juni 2024. Generasi Z dan milenial mendominasi penundaan pembayaran utang.

Menurut Budi, fenomena ini tidak terjadi secara tiba-tiba.

Generasi muda dinilai banyak yang masih belum paham literasi keuangan.

Itu menjadi persoalan yang berlangsung lama tanpa penanganan serius.

"Gen Z perlu membiasakan diri untuk hidup realistis," tandasnya.

Menurutnya, kebiasaan FOMO tersebut harus diubah.

Jika tidak, generasi akan semakin banyak terjebak pinjol ilegal dan berpotensi depresi hingga menyebabkan bunuh diri.

Edukasi menjadi kunci agar generasi muda memahami perihal prioritas kenutuhan.

"Kendalikan keinginan, jangan terjebak FOMO, dan hindari kegiatan yang membutuhkan biaya besar jika tidak sesuai kemampuan," tuturnya.

Budi menambahkan, industri keuangan di bawah pengawasan OJK, bersama lembaga pendidikan seperti universitas pun harus terus melakukan edukasi untuk memberikan wawasan kepada masyarakat.

Contohnya melalui kegiatan diskusi literasi keuangan tersebut.

"Karenanya sosialisasi literasi keuangan kepada generasi muda melalui kegiatan offline diperlukan agar generasi muda dengan pengetahuan, keterampilan dan keyakinan baru mengenai layanan keuangan yang dapat diimplementasikan di masa depan," paparnya.

Sementara Sekretaris Departemen FEB UGM, Boyke Rudy Purnomo menambahkan penelitian terbaru UGM menunjukkan hampir 60 persen masalah yang dihadapi mahasiswa saat ini adalah masalah keuangan selain masalah keluarga.

Edukasi literasi keuangan yang terlambat akan menimbulkan dampak buruk dan meluas.

“Generasi Z dan Alpha cenderung lebih sensitif dan mudah tertekan. Ketika mereka menghadapi tekanan finansial atau kebutuhan gaya hidup, mereka memilih jalan pintas seperti pinjol," ujarnya.

Ia juga menyoroti perubahan pola pengeluaran generasi muda yang lebih banyak dihabiskan untuk nongkrong di kafe.

Selain itu mereka lebih memilih akses internet dibandingkan memenuhi kebutuhan dasar.

"Polanya sudah bergeser jauh, tetapi pengelolaan keuangan yang baik belum menjadi fokus utama sejak dini," imbuhnya.

Baca Juga: Calon Pemain Asing PSIM Jogja Yang Baru Berposisi Gelandang Serang, Ini Penjelasan Seto Nurdiyantara

Chief Customer Management Officer Home Credit Cahyadi Poernomo mengatakan topik yang dibahas dalam diskusi tersebut diantaranya berbagai layanan keuangan seperti simpanan dan investasi untuk pengelolaan gaji.

Pembicara yang dihadirkan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Universitas Indonesia (UI), UGM, Danamon, Adira Finance, Zurich Indonesia serta Home Credit.

"Seminar ini diharapkan dapat memberi bekal generasi muda dengan pengetahuan, keterampilan dan keyakinan baru mengenai layanan keuangan yang dapat diimplementasikan di masa depan," katanya. (oso)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#universitas indonesia #Mahasiswa #pinjol #kebiasaan #Gaya Hidup #mahasiswa terjerat pinjaman online #guru besar #fomo #hangout #Kemampuan Finansial #Fakultas Ekonomi dan Bisnis #Budi Frensidy #fear of missing out #Gen Z