JOGJA - Kebijakan pemerintah membuka peluang bagi masuknya dokter asing ke Indonesia direspon para akademisi. Namun, banyak yang mengungkapkan kekhawatiran terkait dampak kebijakan ini, mengingat distribusi dokter di dalam negeri belum merata.
Rektor Universitas Alma Ata (UAA) Prof. Hamam Hadi mengatakan, meski penting bagi Indonesia membuka diri terhadap globalisasi, namun negara harus lebih berhati-hati dalam menerima tenaga medis asing. Pemerintah idealnya fokus pada pemerataan distribusi dokter, khususnya ke daerah-daerah terpencil yang kekurangan tenaga medis.
“Dokter-dokter kita banyak, tapi sebagian besar masih terkonsentrasi di kota-kota besar. Padahal, daerah-daerah lebih terpencil justru sangat membutuhkan,” kata Prof. Hamam Hadi pada Minggu (17/11/2024).
Dia juga menyoroti soal kenyamanan bekerja di daerah terpencil yang seringkali menjadi alasan dokter enggan ditempatkan di sana. Problemnya bukan hanya soal jumlah tenaga medis, tetapi juga kebijakan yang mendukung para dokter untuk bekerja di daerah yang membutuhkan.
“Jika kita bisa mengoptimalkan dokter Indonesia dengan memperbaiki kebijakan dan insentif, mengapa harus mencari dokter asing?” tegasnya.
Sementara itu, para lulusan dokter baru semakin dihadapkan pada pengabdian di daerah-daerah kurang berkembang. Pemerintah diminta terus berdialog dengan organisasi profesi medis untuk menemukan solusi terbaik saling menguntungkan.
Selain itu, sektor kesehatan Indonesia masih menghadapi masalah di tingkat manajemen rumah sakit yang dinilai belum optimal.
"Banyak pasien memilih berobat ke luar negeri bukan karena kualitas dokter di sini kurang, tetapi karena kebijakan dan manajemen rumah sakit belum memadai," ujarnya.
Dengan demikian, pihaknya mengimbau pemerintah agar tidak hanya fokus pada jumlah tenaga medis, tetapi juga memperhatikan faktor-faktor lain. Seperti manajemen rumah sakit, distribusi tenaga kerja yang merata, serta peningkatan insentif bagi dokter di daerah-daerah kurang berkembang.
Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)
Dr. Sri Sundari menyebut Menteri Kesehatan sudah membuka peluang bagi dokter asing masuk ke Indonesia.
"Oleh sebab itu, untuk melaksanakan profesi mulia ini seorang dokter harus menggunakan dua hal utama dalam bertindak yaitu rasio dan hati nurani secara beriringan," kata Sri Sundari. (gun)
Editor : Iwa Ikhwanudin