Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengolah Limbah Alam jadi Batu Bata Tahan Gempa: Inovasi Produk Unggulan untuk Mitigasi Bencana

Gunawan RaJa • Minggu, 10 November 2024 | 16:49 WIB

INOVASI - Tim Pengabdian Masyarakat UPN Veteran Yogyakarta menggelar pelatihan pembuatan bata ringan kepada Karang Karuna Mriyan, Donotirto, Bantul. (gun)
INOVASI - Tim Pengabdian Masyarakat UPN Veteran Yogyakarta menggelar pelatihan pembuatan bata ringan kepada Karang Karuna Mriyan, Donotirto, Bantul. (gun)
RADAR JOGJA - Tim pengabdian masyarakat UPN Veteran Yogyakarta menggelar pelatihan pembuatan bata ringan berbasis limbah alam di Donotirto, Bantul, daerah rawan gempa bumi.

Pemanfaatan teknologi ramah lingkungan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana.

Secara geografis Padukuhan Mriyan terletak ± 1 km dari sungai opak dan 5.8 km dari Pantai Parangtritis dan menjadi salah satu daerah terdampak gempa tahun 2006.

Pelatihan tersebut diinisiasi oleh tim pengabdian UPN Veteran Yogyakarta terdiri dari Dr. Atik Setyani, Imam Prabowo, Dr. Nina Fapari arif dan M Ichsanudin, serta melibatkan mahasiswa.

Mendapat dukungan penuh dari DRTPM, Diktiristek, dan Kemendikbudristek RI.

Pelatihan pembuatan bata ringan berbasis potensi lokal daerah, mitigasi bencana secara umum, pengenalan design thinking dan pengenalan konsep bisnis sosial enterprise untuk membantu karang taruna dapat memiliki wawasan usaha.

Salah satu perwakilan tim pengabdian masyarakat UPN Veteran Yogyakarta Dr. Atik Setyani menyebut, Padukuhan Mriyan merupakan salah satu daerah penghasil padi dan jagung.

"Selain mengurangi dampak negatif limbah terhadap lingkungan, inovasi bata ringan memiliki potensi besar digunakan sebagai material bangunan tahan gempa," kata Atik Setyani diamini oleh Imam Prabowo, Nina Fapari arif dan M Ichsanudin.

Dikatakan, bata ringan tahan gempa berbahan limbah alam memiliki bobot ringan, tapi kuat sehingga mengurangi beban struktur bangunan.

"Membantu bangunan lebih tahan terhadap guncangan gempa," ujarnya.

Bata ringan pada dasarnya menerpakan teknologi geopolymer, menawarkan solusi mitigasi bencana yang praktis dan berkelanjutan.

"Pelatihan dikemas secara menarik melalui metode partisipatif praktek secara langsung sehingga memudahkan peserta memahami wawasan baru," terangnya.

Tim juga memberikan edukasi mengenai design thingking dan social enterprise serta melakukan pendampingan penyusunan canvas model. Kegiatan itu berlangsung dari Juli hingga November 2024.

"Kepada karang taruna diharapkann menjadi pioner dalam penerapan teknologi ramah lingkungan di wilayah rawan gempa," ucapnya.

Sementara itu Lurah Donotirto Jurahimi mengaku bersyukur dengan adanya kegiatan tim pengabdian masyarakat dari UPN Veteran Yogyakarta.

"Bukan hanya memperkenalkan pembuatan bata ringan sebagai potensi usaha bernilai, tetapi juga membuka wawasan pemuda-pemudi tentang konsep social enterprise," kata Jurahimi.

Bagi pemerintah kalurahan, konsep ini dinilai sangat relevan untuk memajukan perekonomian desa secara berkelanjutan.

Kegiatan ini merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang didanai pada tahun 2024.(gun)

 

Editor : Bahana.
#upn veteran yogyakarta #produk unggulan