RADAR JOGJA - Musik mengalami perkembangan secara terus-menerus.
Mendengarkan musik telah menjadi bagian yang tak dapat terpisahkan dalam menjalani hari.
Setiap kita berjalan di mal, supermarket, maupun minimarket, selalu ada musik yang terdengar.
Terkadang beberapa orang memulai ataupun melakukan aktivitas sambil mendengarkan musik, termasuk belajar.
Di beberapa platform digital seperti YouTube dan Spotify telah menyediakan playlist musik, baik instrumental maupun lirik.
Bahkan di YouTube sendiri terdapat berbagai channel yang menyajikan musik dengan jangka waktu tertentu terkhusus waktu untuk belajar.
Bila mengetik music for study, maka akan muncul berbagai konten didominasi oleh musik instrumental dan yang paling dikenal adalah akun @Lofi Girl.
Selain itu, di beberapa kafe merangkap co-working pun tak jarang memutar musik menenangkan untuk pelanggannya yang datang, terutama untuk belajar.
Bagi sebagian orang mendengarkan musik bisa meningkatkan fokus mereka dalam memahami sesuatu.
Musik juga meningkatkan semangat dan mood di kala suntuk menyerang.
Namun sebagian lainnya menyatakan justru musik adalah distraksi terbesar, terlebih musik yang diputar adalah lagu dengan lirik.
Dikhawatirkan bukan materi yang masuk, melainkan lirik dalam lagu itu sehingga memilih belajar dalam keadaan sunyi.
Jadi sebenarnya, belajar sambil mendengarkan musik baik atau buruk?
Dikutip dari jurnal Analisis Pengaruh Mendengarkan Musik Terhadap Tingkat Fokus dan Produktivitas Mahasiswa dalam Mengerjakan Tugas oleh Kharisma, Marlina, dan Rusyida, apabila menggabungkan belajar dengan mendengarkan musik dapat menyenangkan disebabkan kondisi emosional yang berubah menjadi lebih baik sehingga mengangkat semangat, terutama ketika suasana hati sedang buruk dan tidak memiliki motivasi untuk belajar, mendengarkan musik sebelum atau selama pelajaran akan membantu perasaan lebih baik dan mendorong untuk belajar.
Dijelaskan juga pada jurnal tersebut pengaruh musik dapat menghilangkan rasa bosan ketika mengerjakan tugas, cara berpikir menjadi lebih kreatif.
Serta menemukan kosakata baru, hati dan pikiran menjadi lebih tenang, materi bukan hanya sekadar dipahami tetapi juga masuk ke dalam otak, menghilang rasa gugup, dan stres.
Berkaitan dengan kondisi emosional, saat mendengarkan musik, kondisi emosional seseorang akan lebih baik dan membantu mengatasi suasana hati buruk yang dapat membuat tidak adanya motivasi dalam menyelesaikan aktivitas sehingga mendengarkan musik menjadi solusi yang tepat untuk membantu kelaur dari suasana hati yang buruk dan menginspirasi untuk segera menyelesaikan sesuatu.
Namun dalam jurnalnya juga menyatakan bahwa musik dapat berdampak negatif, jika pemilihan musik tidak cocok didengarkan sesuai dengan kebutuhan psikologis, berikut beberapa alasan mengapa musik justru tidak membantu saat mengerjakan tugas yang membutuhkan kosentrasi tinggi.
1. Musik bisa mendistraksi
Apabila rasa antusias untuk mendengarkan musik jauih lebih basar, hal itu dapat meengalihkan perhatian dari belajar sehingga lebih banyak menghabiskan waktu untuk menikmati musik dan melupakan tugas.
Bila menyelesaikan tugas yang berbentuk nomor dan rumus dengan mendengarkan musik cepat dan keras, fokus untuk menyelesaikan tugas tersebut akan sulit.
2. Berdampak negatif terhadap working memory
Pemecahan masalah merupakan salah satu working memory yang digunakan dalam belajar.
Apabila menyelesaikan tugas pemecahan masalah seperti matematika dalam memerlukan kosentrasi yang tinggi dan daya ingat yang kuat, bila mendengar musik yang tidak sesuai dapat membuat working memory kurang efektif sehingga disarankan untuk menyelesaikannya dengan tenang tanpa musik.
Baca Juga: Viral di Media Sosial Video Dugaan Penculikan Anak di Magelang, Polisi: Itu Penganiayaan
3. Dapat mengurangi Pemahaman terhadap pembacaan
Jika mendengar musik bertempo cepat, suara yang keras, dan musik yang memiliki lirik dapat mengurangi pemahaman membaca dan cenderung ikut bernyanyi sehingga tugas tidak selesai atau yang paling buruk bukan bacaan yang masuk ke dalam otak melainkan lirik-lirik lagu yang didengarkan.
Berdasarkan penjelasan sebelum, dapat dikatakan bahwa pemilihan jenis musik perlu diperhatikan untuk didengarkan saat belajar.
Musik dengan bertempo cepat dan bersuara keras serta memiliki lirik dapat memecahkan fokus belajar.
Bukannya memahami apa yang dipelajari, justru ikut bersenandung hingga yang masuk ke otak adalah kirik lagu atau nada daripada materi.
Oleh karena itu, disarankan untuk mendengar lagu instrument dengan nada yang lembut dan tenang.
Selain itu, atur volume musik kecil ketika belajar agar fokus terhadap materi tetap maksimal.
Terakhir perlunya memilah materi apa yang dapat dipelajari sambil mendengarkan lagu sebab tidak semua materi pelajaran bisa sambil mendengarkan musik, misalnya untuk materi hafalan diperlukannya suasana yang tenang agar hanya materi yang dihafal yang masuk ke otak bukan lirik lagu ataupun nadanya.
Namun, perlu ditekankan kembali bahwa setiap orang memiliki preferensinya masing-masing untuk fokus terhadap sesuatu yang dipelajari.
Ada yang memang membutuhkan musik didengar sambil belajar dan ada yang lebih condong belajar dalam keadaan sunyi tanpa adanya suara.
Maka, belajar sambil mendengarkan musik dapat berdampak baik dan buruk bukan hanya karena pemilihan jenis lagu, volume, dan materi apa yang dipelajari, tetapi juga dari keadaan dan kemampuan individu masing-masing.
(Anastasia Srinovanda Cahyaningrum)
Sumber: berbagai sumber
Editor : Iwa Ikhwanudin