Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

SMK SMTI Intens Lakukan Temu Industri Guna Perluas Kerja Sama hingga Selaraskan Kurikulum dengan Kebutuhan Industri

Fahmi Fahriza • Jumat, 25 Oktober 2024 | 02:25 WIB

 

Gelaran Temu Industri yang dilakukan oleh SMK-SMTI Yogyakarta bersama 61 perusahaan yang berlangsung di Surabaya
Gelaran Temu Industri yang dilakukan oleh SMK-SMTI Yogyakarta bersama 61 perusahaan yang berlangsung di Surabaya
RADAR JOGJA - Perluasan kerja sama dan kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan industri menjadi hal yang secara konsisten terus diupayakan oleh SMK-SMTI Yogyakarta.

Hal tersebut, salah satunya tercermin dari agenda bertajuk Temu Industri yang kerap dilakukan.

Ketua kerja sama industri SMK-SMTI Idelia Trisnaning Tyas berujar, temu industri adalah ruang sinergi antara SMK-SMTI Yogyakarta dengan para pelaku industri, untuk mewujudkan sistem pendidikan terintegrasi yang melahirkan SDM industri kompeten dan siap kerja.

"HRCI merupakan organisasi yang berisi pengelola SDM (HR) dari berbagai sektor industri di Indonesia,” katanya pada Radar Jogja, Rabu (23/10).

Temu Industri sendiri jadi salah satu agenda rutin yang diselenggarakan beberapa kali dalam periode tahunan.

Teranyar, Temu Industri SMK-SMTI baru dilangsungkan di Surabaya, bekerja sama dengan Human Resource Club Indonesia (HRCI), pada Sabtu (19/10) lalu.

"Kemarin di Surabaya total ada 61 industri dari area Jawa Timur yang hadir, yakni jumlah tamu industri terbanyak sejauh ini selama penyelenggaran temu industri,” ungkapnya

Beberapa industri tersebut antara lain adalah, PT Toyota Boshoku Indonesia, PT Daesang Ingredients Indonesia, PT Lamipak Primula Indonesia, dan PT Lumina Packaging.

"Beberapa kota yang pernah kami jajaki untuk temu Industri antara lain adalah Malang, Mojokerto, Cikarang, hingga Cilegon," paparnya.

Idelia menuturkan, bahwa belum semua perusahaan yang hadir di temu industri tersebut sudah jadi mitra SMK-SMTI.

Sehingga, pertemuan tersebut jadi momentum yang ideal untuk perluasan kerjasama, hingga penguatan kerjasama yang sudah terjalin sebelumnya.

"Tujuannya mengenalkan penerapan dual system SMK-SMTI, program ini diharap menguntungkan pihak industri dan sekolah," sebutnya.

"Banyak industri yang tertarik dengan SMTI karena sistem pendidikan kami, kata kuncinya itu fleksibel, dan tergantung kebutuhan industri," lontarnya.

Lebih lanjut idelia merinci, beberapa konteks dual system yang sangat memungkinkan menguntungkan kedua belah pihak meliputi, penyusunan kurikulum, magang guru, rekrutmen siswa, PKL dual system, rekrutmen atau penempatan kerja, hingga industrial meeting dan roadshow.

"Dari pertemuan itu, kami harap ada jalinan kerjasama. Hal itu sudah sering terjadi juga di SMTI," urainya.

"Salah satunya adalah pembukaan kelas industri di bidang teknologi baja di SMTI, itu menyesuaikan kebutuhan industri. Kami sudah ada rencana jangka panjang untuk itu," pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita membeberkan, 100 persen lulusan unit pendidikan vokasi yang berada di bawah Kemenperin, dipastikan akan diterima bekerja di sektor industri, termasuk para siswa lulusan SMK-SMTI.

Secara umum Agus Gumiwang Kartasasmita menilai, kualitas pendidikan vokasi yang ada di bawah Kemenperin sudah bagus dan ideal. Baik dari segi pelaksanaan program, maupun jejaring yang dilakukan dengan industri.

"Kualitas pendidikan vokasi kita sudah sangat baik. Tapi perlu ditambah dari jumlah atau kuantitasnya," pesannya.

"Selain kualitas, aspek kuantitas juga terus ditingkatkan, baik program kelas atau SDM, untuk memenuhi kebutuhan industri," harapnya.

Agus Gumiwang Kartasasmita menambahkan, kebutuhan SDM yang unggul dan kompeten di sektor industri, secara pola juga terus bertambah secara signifikan.

Menurutnya, fenomena tersebut jadi indikator yang positif, karena berarti menunjukkan signifikansi sektor industri di Indonesia yang terus maju dan berkembang.

"Industri kita bertumbuh pesat, peningkatan dan kebutuhan SDM di industri juga terus terjadi," tandasnya. (iza)

Editor : Bahana.
#Yogyakarta #industri #SMK SMTI Yogyakarta