Kepala Sekolah MI Al-Huda Slamet Subagya menerangkan, agenda yang dilangsungkan dalam momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw tersebut secara konsisten terus terus dilakukan setiap tahunnya.
"Ini sudah rutin dilakukan, dan dalam 3 tahun ini memperebutkan piala bergilir Bupati Sleman," katanya pada Radar Jogja, Kamis (17/10).
Subagya merinci beberapa perlombaan yang dihadirkan meliputi, lomba fashion show, tartil Al Qur'an, senam, hingga lomba adzan.
"Rata-rata lombanya adalah individu, kecuali lomba senam," imbuhnya.
Secara tujuan pelaksanaan, selain untuk mewadahi minat dan bakat anak-anak.
Rangkaian acara tersebut juga diniatkan untuk mensosialisasikan pada orangtua siswa dan para guru, sebab MI Al-Huda saat ini sudah membuka proses penerimaan siswa baru.
"Ini sekaligus dalam rangkaian sosialisasi PPDB di MI Al-Huda, harapannya selain lomba bisa juga memberi informasi ke mereka," harapannya.
Disebutkan, untuk tahun ajaran 2025 mendatang, pihak MI Al-Huda memiliki kuota 84 siswa yang akan dibagi dalam 3 rombel kelas.
"Per kelas nantinya berisi 28 siswa. Pendaftarannya sudah kami buka di Oktober ini untuk gelombang pertama," paparnya.
Diakuinya, proses belajar mengajar tahun ajaran baru sejatinya baru dimulai pada Juni 2025 mendatang.
Namun pihak sekolah sengaja melakukan periode pendaftaran cukup lama, agar bisa menseleksi calon siswa yang akan masuk.
"Kalau periode pertama ini kuotanya masih ada, kami akan buka lagi pendaftaran periode kedua. Kemungkinan di bulan Desember atau Januari nanti," tuturnya.
"Sejauh ini, pendaftarannya sudah 27 calon siswa. Berkasnya sudah masuk ke kami," pungkasnya.
Sementara itu, salah satu perwakilan guru TK Nur Hanifah mengapresiasi agenda yang digelar oleh pihak MI Al-Huda.
Menurutnya, hal tersebut penting untuk memberi pengalaman bagi para siswa.
"Ini penting untuk melatih mereka tampil di depan umum, bisa meningkatkan kepercayaan diri mereka," serunya.
Diakuinya, hal tersebut akan jadi modal penting, apalagi anak-anak yang saat ini dominan berusia 5-6 tahun tersebut masih dalam masa pertumbuhan, dan bisa dikategorikan sebagai usia emas.
"Jadi penting untuk terus diberikan hal-hal positif bagi anak, itu akan dibawa oleh mereka sampai dewasa," ujarnya.
"Dalam hal ini, selain tampil mereka juga bersosialisasi dengan orang-orang baru. Ini hal yang bagus sekali," tandasnya.
Editor : Bahana.