Untuk kuliah umum berlangsung di Auditorium LPP sedangkan groundbreaking di lokasi calon Kampus 2 Politeknik LPP Yogyakarta di Desa Kandangan, Margodadi, Seyegan, Sleman.
Hadir pada seremonial peletakan batu pertama yaitu Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Persero Dr Ir Mohammad Abdul Ghani MSc, Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN I SupportingCo Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV (PalmCo), Irwan Perangin Angin serta Direktur Hubungan Kelembagaan dan Manajemen Risiko PT Sinergi Gula Nusantara, Aris Toharisman
Hadir pula Sosiawan Hary Kustanto S selaku Ketua Yayasan Pendidikan Perkebunan Yogyakarta (YPPY) dan Ir M Mustangin ST MEng IPM, selaku Direktur Politeknik LPP Yogyakarta.
"Saya berbangga hati dan bersyukur karena hari ini Politeknik Perkebunan LPP Yogyakarta melakukan groundbreaking pembangunan kampus baru. Dengan adanya kampus ini, salah satu legalitas kami telah mampu memenuhi ketentuan Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, bahwa politeknik ini sudah memenuhi syarat secara lebih sempurna lagi. Tentu harapannya kampus ini segera dibangun," papar Abdul Ghani.
"Tadi pengurus yayasan menargetkan 24 bulan, tapi saya minta 20 bulan. Supaya lebih cepat," tegasnya. Selain itu ia juga berharap masyarakat sekitar dapat menikmati dan memperoleh manfaat dari kehadiran kampus ini. Ia berkalkulasi, kalau kampus ini dihuni oleh 1000 mahasiswa yang 1 harinya berbelanja Rp 25 ribu, maka sudah Rp 25 juta perhari ekonomi berputar di sini.
Sementara M Mustangin, mengungkapkan rencananya kampus akan dibangun dengan empat lantai, ada masjid, lapangan parkir dan lain-lain.
"Harapannya pembangunan bisa mendukung ekonomi masyarakat sekitar dan mereka memperoleh manfaat ekonomi dan mencerdaskan kehidupan masyarakat di daerah," tegas Mustangin.
Ia juga menyebut kampus ini nanti akan berdiri dengan luas bangunan 5.000 meter dan tanah 6.000 meter.
Ada Asrama, tapi tidak bisa menampung seluruh mahasiswa. Konsep gedungnya modern dan green, dengan pencahayaan alami dan ruang hijau yang banyak dan menyejukkan.
Editor : Bahana.