Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tingkatkan Soft Skill dan Pendidikan Karakter Siswa Sebelum Masuk Industri, SMK SMTI Gelar Aksi Siswa Aktif

Fahmi Fahriza • Selasa, 24 September 2024 | 02:06 WIB

Photo
Photo

RADAR JOGJA - Sebanyak 171 siswa dari SMK SMTI Yogyakarta baru saja mengikuti rangkaian kegiatan Aksi Siswa Aktif (ASA), yang berlangsung di Graha Kinasih Kaliurang, pada 21-22 September lalu.

Wakil kepala sekolah bidang kesiswaan SMK SMTI Sarman menerangkan, ASA merupakan kegiatan serupa Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), yang bertujuan untuk meningkatkan karakter, kepemimpinan, hingga soft skill para siswa.

"ASA diikuti OSIS SMK SMTI dan bidang yang dinaunginya meliputi Rohis, Permariska, Checovo, Green School dan Duta Literasi," katanya pada Radar Jogja, Senin (23/9).

Sarman menuturkan, selama dua hari tersebut secara intensif para siswa mengikuti berbagai kegiatan dan pemaparan.

Dalam praktiknya, selain para guru, turut dihadirkan juga pihak eksternal sebagai pemateri.

"Kami libatkan pihak eksternal, yakni Sinergy. Itu membantu dalam bidang leadership bagi para siswa," tuturnya.

Ia merinci, beberapa materi yang diberikan pada siswa antara lain adalah kemampuan komunikasi, kerjasama, langkah dan cara mencari solusi dalam permasalahan, hingga kecekatan dan kreativitas siswa.

"Mereka juga diajari untuk berani mengambil keputusan dan pemetaan risikonya juga," sebutnya.

Diakuinya, materi-materi yang disampaikan dalam ASA tersebut, juga disesuaikan dengan kebutuhan atau permintaan dari industri.

Sehingga, luaran dari program tersebut bisa jelas dan tepat guna untuk diimplementasikan siswa ketika sudah lulus nantinya.

"Kami sesuaikan juga, misal industri butuh SDM yang punya communication skill, itu kami beri materinya ke siswa," terangnya.

Secara pribadi, Sarman menilai bahwa dua hari pelaksanaan tersebut kurang secara durasi, sebab, materi dan kegiatan yang dilakukan cukup banyak. Idealnya, perlu penambahan hari agar lebih efektif secara pelaksanaan.

"Kami mungkin akan gagas lagi ke depannya, idealnya menurut saya mungkin tiga hari," paparnya.

Lebih lanjut, ia berharap agar siswa yang turut serta mengikuti rangkaian ASA, bisa menularkan materi yang mereka dapatkan ke siswa-siswi lainnya.

"Harapannya ini bisa disebarluaskan ke siswa lain, kami juga punya bidang Duta Literasi, itu akan menyampaikan ke siswa-siswi lain juga," ucapnya.

"Jadi siswa bisa paham apa-apa saja yang perlu dimiliki sebelum terjun ke industri," lanjutnya.

Terpisah, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita membeberkan, 100 persen lulusan unit pendidikan vokasi yang berada di bawah Kemenperin, dipastikan akan diterima bekerja di sektor industri, termasuk para siswa lulusan SMK SMTI.

Secara umum Agus Gumiwang Kartasasmita menilai, kualitas pendidikan vokasi yang ada di bawah Kemenperin sudah bagus dan ideal. Baik dari segi pelaksanaan program, maupun jejaring yang dilakukan dengan industri.

"Kualitas pendidikan vokasi kita sudah sangat baik. Tapi perlu ditambah dari jumlah atau kuantitasnya," pesannya.

"Selain kualitas, aspek kuantitas juga terus ditingkatkan, baik program kelas atau SDM, untuk memenuhi kebutuhan industri," harapnya.

Agus Gumiwang Kartasasmita menambahkan, kebutuhan SDM yang unggul dan kompeten di sektor industri, secara pola juga terus bertambah secara signifikan.

Menurutnya, fenomena tersebut jadi indikator yang positif, karena berarti menunjukkan signifikansi sektor industri di Indonesia yang terus maju dan berkembang.

"Industri kita bertumbuh pesat, peningkatan dan kebutuhan SDM di industri juga terus terjadi," tandasnya.

Editor : Bahana.
#SMK SMTI Yogyakarta