Teranyar, Tumbuh Hospitality & Arts School, yang berlokasi di Kampus Terpadu Sekolah Tumbuh, Jl. K.H. Ali Maksum, Panggungharjo, Sewon, Bantul ini, baru saja menekan memorandum of understanding (MoU) dengan aktor kenamaan Indonesia, Tyo Pakusadewo.
Kolaborasi tersebut berupa kelas akting intensif yang akan berlangsung selama 10 pertemuan.
Kepala Tumbuh Hospitality & Arts School Arie Widyasatwika menerangkan, output lebih lanjut dari kelas tersebut adalah sebuah film yang akan diproduksi secara kolektif.
Dalam prosesnya, keterlibatan Tyo tidak hanya berlaku sebagai acting coach, namun juga sebagai penulis dan sutradara.
"Kelas akting ini akan berlangsung selama 5 minggu dengan 10 pertemuan. Kami bagi dua kategori, kelas anak usia 8-14 tahun, dan dewasa usia 15-35 tahun," katanya pada Radar Jogja, Sabtu (21/9).
"Jumlah per kelasnya kami proyeksikan 6 sampai 12 siswa. Kelasnya akan mulai di akhir Oktober mendatang," sambungnya.
Arie mengungkapkan, salah satu tujuan dari kelas akting ini utamanya untuk mewadahi bakat muda-mudi yang ada di Jogja.
Sebab, secara ekosistem dan SDM kreatif Jogja sangat potensial, dan kaya untuk bisa dioptimalkan.
"Ke depannya kita akan terus tingkatkan. Sekarang fokus di acting, nanti bisa ke aspek lain seperti directing, lighting, seputar produksi film," urainya.
"Terima kasih Tyo Pakusadewo atas kolaborasi yang dijalin, semoga ini jadi tahapan awal untuk kita berkembang dan bertumbuh lagi," sebutnya.
Sementara itu, Tyo Pakusadewo juga menyambut secara antusias proyek kolaborasi tersebut.
Bahkan, secara pribadi ia juga sangat menyukai Jogja dengan industri filmnya yang terus berkembang.
"Saya senang dan antusias, Jogja bagi saya adalah rumah. Kota ini selalu istimewa di hati saya," ungkapnya.
Saat dikonfirmasi, Tyo mengaku merencanakan untuk membuat film musikal.
Genre musikal diakuinya jadi salah satu genre favorit, dan ia sendiri sudah tidak sabar untuk segera menjalankan proyek tersebut.
"Saya mau buat film musikal di angkatan pertama ini, semoga nanti semua yang ikut di perjalanan pendidikan ini bisa maksimal," paparnya.
Dalam praktiknya, Tyo juga mencanangkan agar bisa menggandeng beberapa seniman maupun aktor lainnya dari Jogja, untuk terlibat dalam proyek tersebut.
"Seru sekali jika ada kolaborasi dengan aktor lain, saya sudah sempat ngobrol juga dengan Rukman Rosadi untuk proyek ini," bebernya.
"Saya minta dukungan dari semua pihak, agar proyek ini bisa terwujud sebaik-baiknya," lanjutnya.
Penuturan lain datang dari Ketua YEAN, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Wironegoro.
Ia menyebut bahwa kelas akting dengan Tyo Pakusadewo tersebut hanya awalan dari proyek jangka panjang yang sudah direncanakan.
Sembari menjalankan program tersebut, dari pihak yayasan sendiri mengaku sudah menyiapkan silabus dan kurikulum untuk menjalankan pendidikan setara D1.
"Progam kelas akting ini semoga bisa terlaksana, roadmapnya sudah kami buat. Ini setara dengan pendidikan D1," tuturnya.
Berbagai inovasi dalam konteks pendidikan lain juga sudah disiapkan, salah satu yang tengah digodok adalah bidang pendidikan seni rupa yang mengarah ke desain komunikasi visual (DKV).
"Kami sudah rencanakan banyak hal, saya ingin mengajak semua pihak untuk turut terlibat. Ini adalah kontribusi kami sebagai pelayan masyarakat di bidang pendidikan," tandasnya.
Editor : Bahana.