RADAR JOGJA - Kalurahan Patuk, Kapanewon Patuk, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan wilayah yang minim air saat musim kemarau.
Permasalahan tersebut menghambat para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Sido Dadi Gumawang dalam menanam tanamannya.
Melihat hal itu, Universitas AKPRIND Indonesia melakukan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) untuk memberikan solusi atas permasalahan tersebut.
Mayoritas anggota kelompok tani Sido Dadi Gumawang menanam padi saat musim penghujan sedangkan musim kemarau biasanya diganti tanaman palawija.
Ketua Tim PPM Ir. Gatot Santoso, M.T. mengatakan hampir setengah anggota kelompok tani tidak dapat melaksanakan proses pertanian di musim kemarau.
Hal itu karena sulitnya ketersediaan air untuk tanaman.
"Kami melihat aspek itu menjadi penyebab berkurangnya pendapatan petani," ujarnya saat konfirmasi, Minggu (22/9/2024).
Anggota Tim dari Gatot Santoso diantaranya Slamet Hani, S.T., M.T., Dr. Toto Rusianto, ST., M.Eng., dan beberapa mahasiswa teknik Elektro. Mereka memberikan solusi inovatif melalui program hibah Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republlik Indonesia (DRTPM).
"Program ini berfokus pada pembuatan teknologi irigasi berbasis panel surya untuk Kelompok Tani Sido Dadi," tuturnya.
Menurutnya tenaga surya dipilih lantaran prosesnya ramah terhadap lingkungan.
Air di sumur sedalam 30 meter nantinya akan dipompa keluar untuk menyirami tanaman dengan menggunakan teknologi tersebut.
Dengan teknologi irigasi berbasis panel surya, petani tidak perlu khawatir mengalami kekurangan air pada saat musim kemarau.
"Mereka juga tidak perlu membayar biaya operasional listrik dari PLN atau BBM," tegasnya.
Ia menjelaskan panel surya tersebut berkapasitas 1180 Watt Peak, baterai dengan kapasitas 24 Volt 200 Ah, Pompa Submersible ½ HP.
Dengan kapasitas panel surya 1180 Watt Peak dapat mengisi baterai dari kosong menjadi penuh selama 4-5 jam. Sedangkan pompa submersible dapat aktif selama 8-10 jam sehari.
"Dengan teknologi irigasi berbasis panel surya itu diperkirakan dapat mengisi tandon air dengan kapasitas 9000 liter," jelasnya.
Program tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan produktivitas hasil tanaman palawija untuk kelompok tani Sido Dadi Gumawang.
Sehingga petani dapat melakukan kegiatan pertanian pada musim kemarau dan dapat meningkatkan produktivitas hasil panen tanaman palawija.
"Otomatis kesejahteraan petani akan meningkatkat," bebernya.
Salah satu warga setempat Anggra Wijaya mengatakan teknologi tersebut pengembangan teknologi pertanian tersebut sangat membantu para petani.
Apalagi dengan tekonlogi panel surya menjadi lebih efisien di tengah persawahan.
"Semoga petani lebih produktif terutama saat musim kemarau," ujarnya.
Editor : Bahana.