Dinsos DIY Kembali Gelar Olimpiade Pahlawan 2024 di Museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto, Diikuti 15 Regu Perwakilan PSKS
Gregorius Bramantyo• Jumat, 13 September 2024 | 05:50 WIB
Photo
RADAR JOGJA - Dinas Sosial (Dinsos) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menggelar Olimpiade Pahlawan tahun 2024 bertajuk “Olimpiade Pahlawan, sarana Pengenalan Nilai-Nilai Kepahlawanan bagi Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial DIY”. Kegiatan ini digelar di Museum Memorial Jenderal Besar H.M. Soeharto, Sedayu, Bantul pada Kamis (12/9/2024).
Acara dilaksanakan selama dua hari bertujuan untuk mengenalkan dan menanamkan nilai-nilai kepahlawanan dan perjuangan, serta kesetiakawanan sosial bagi pilar-pilar sosial atau Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) yang nantinya dapat ditularkan kepada masyarakat.
Kepala Dinsos DIY Endang Patmintarsih mengatakan, Olimpiade Pahlawan ini merupakan program Dinsos DIY yang bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada potensi dan sumber kesejahteraan sosial DIY. Mulai dari pekerja sosial masyarakat (PSM), TKSK, penyuluh sosial masyarakat (Pensosmas), karang taruna, hingga Tagana.
"Mereka menjadi garda terdepan dalam melakukan pelayanan sosial ke masyarakat. Kami buat semacam perlombaan dengan mereka yang memerankan pejuang di masa lalu," katanya, Kamis (12/9/2024).
Endang menyebut, peran mereka di akar rumput cukup signifikan dalam memerangi kebodohan dan kemiskinan. Sehingga diharapkan melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas dan etos kerja para pilar sosial. “Supaya PSKS memahami dan mengetahui nilai-nilai perjuangan yang sudah dilakukan oleh pahlawan,” ucapnya.
Ia berharap, cerita-cerita kepahlawanan dapat diresapi oleh para peserta. Harapannya cerita itu bisa tertanam dalam diri peserta dan diimplementasikan dalam hisup bermasyarakat. “Karena mereka melakukan pelayanan di masyarakat. Maka ini yang kami minta mereka menindaklanjuti hal-hal positif yang sudah mereka lakukan,” kata Endang.
Olimpiade ini diikuti 15 regu yang merupakan perwakilan PSKS tingkat DIY. Yaitu Sakti Peksos, Forum LKSA, FK Pensosmas, FK LKS-LU, Forum TKSK, Pendamping PKH, Pelopor Perdamaian, WKSBM, Tagana, Difagana, FK LK3, IPSM, Karang Taruna, BK3S dan Forum CSR DIY. “Mereka mewakili masyarakat,” ujar Endang.
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos DIY Tri Susilastuti menjelaskan, setiap regu beranggotakan tiga orang dengan sejumlah persyaratan. Seperti merupakan bagian dari unsur PSKS, aktif dalam kegiatan penyelenggaraan kesejahteraan sosial, serta belum pernah mengikuti kegiatan Olimpiade Pahlawan dalam dua tahun terakhir.
“Pelaksanaan olimpiade ini terdiri dari dua babak, yaitu babak penyisihan, tanggal 11 September serta babak final hari ini,” jelas Tri.
Babak penyisihan diikuti sebanyak 15 regu. Terdiri dari dua sesi, yaitu pilihan ganda (Kahoot) serta cerita bertema kepahlawanan (story telling). Sedangkan babak final diikuti lima regu yang menduduki peringkat 1 sampai 5. Jenis lombanya adalah cerdas cermat dengan pertanyaan wajib dan rebutan. Serta role playing, yaitu bermain peran terkait perjuangan para pahlawan nasional dalam berbagai peristiwa penting bersejarah.
“Peserta diminta bermain peran dalam sebuah cerita yang menggambarkan terjadinya sebuah peristiwa penting bersejarah yang di dalamnya melibatkan seorang tokoh Pahlawan Nasional sebagai tokoh utama. Durasi waktunya maksimal 20 menit,” beber Tri.
Adapun pemenang di Olimpiade Pahlawan 2024 ini adalah SDM PKH DIY yang menjadi juara 1. Juara 2 diraih FK Pensosmas DIY. Lalu juara 3 didapat oleh Karang Taruna DIY. Sementara juara 4 diraih Sakti Peksos DIY. Sedangkan BK3S menjadi juara 5. (tyo)