RADAR JOGJA - Antusiasme ditunjukkan para siswa dari berbagai Raudhatul Athfal (RA), pendidikan setingkat Taman Kanak-Kanak (TK) di Kabupaten Sleman. Tercatat, lebih dari 700 anak mengikuti Festival Mewarnai dan Gebyar Sholawat dalam rangka menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara ini diinisiasi Jawa Pos Radar Jogja bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman.
Wakil Ketua Panitia Gebyar Sholawat dan Kepala Sekolah RA Masitoh Kantongan Sri Ngadiyati mengatakan, acara ini sangat penting dan positif. Tidak saja berkutat dengan kompetisi semata, namun ada ruang ekspresi dan edukasi yang juga dihadirkan.
"Festival mewarnai diikuti 720 peserta dari 70 RA di Sleman dan ada 100 peserta untuk gebyar sholawat. Jadi total ada 820 anak yang terlibat," katanya dalam acara yang berlangsung di Hall Al-Jauharah, MA Sunan Pandanaran, Ngaglik, Sleman, kemarin (12/9).
Baca Juga: Festival Garis Imajiner Suguhkan Potensi Budaya, Wujudkan Sumbu Filosofis di Dunia Nyata
Baca Juga: Bantu Pasarkan Produk UMKM Kota Jogja, Alfamart Sediakan Rak Khusus di Wajah Toko
Sri menyadari, usia anak-anak yang mengikuti lomba ini antara 4 hingga 5 tahun. Disebutkan, periode ini termasuk usia emas, di mana anak harus didorong secara maksimal untuk eksplorasi banyak hal.
"Orang tua harus menstimulus agar anak-anak bisa berkembang secara optimal. Lomba ini sangat penting menjadi salah satu metode penanaman karakter dan penggalian minat bakat bagi anak," katanya.
Sementara itu, Manager Pengembangan Bisnis Radar Jogja Joko Suhendro menekankan tujuan utama festival ini bukanlah mencari menang kalah semata. "Anak-anak semoga bergembira. Kompetisi ini tidak saja untuk cari pemenang, tapi kita maknai untuk silaturahmi dan mengenal satu sama lain," ungkapnya.
Ia menambahkan, salah satu hal yang menarik dari lomba ini adalah medium kertas yang dipakai bukanlah kertas gambar seperti pada perlombaan umumnya. "Karena yang kita warnai hari ini adalah kertas koran. Harapannya ini jadi pengalaman baru yang juga menarik bagi semuanya," ujarnya
Lebih lanjut Joko merinci dari 720 peserta festival ini dibagi dalam dua kategori, A dan B. Kategori A sendiri anak di usia 4-5 tahun, dan kategori B 5-6 tahun. "Masing-masing kategori kami cari lima pemenang. Juara 1 sampai 3, serta juara harapan 1 dan 2," jelasnya.
Baca Juga: Berbagai Jenis Ikan Koi yang Sering Kita Temui, Memiliki Nama yang Unik
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Sleman Tulus Dumadi berharap, agenda serupa bisa konsisten dijalankan setiap tahunnya. Ini karena memang punya banyak dampak positif bagi anak. "Kami harap ini ada setiap tahun, dengan jumlah peserta yang juga terus bertambah," harapnya.
Selain itu, Tulus juga berkeinginan agar tema dan konteks yang dilombakan juga makin ditambah. Sebab, anak-anak itu perlu dikenalkan pada banyak hal untuk peningkatan minat dan bakatnya.
"Selain lomba mewarnai ini, banyak hal yang bisa dilakukan seperti menyanyi, menari, atau lomba berbasis budaya atau keagamaan," tambahnya.
Penuturan lain datang dari Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa yang juga turut hadir untuk memberi hadiah bagi para pemenang. Dikatakan, ia sangat mengapresiasi perlombaan yang dihelat ini.
"Saya apresiasi, karena ini sangat bermanfaat untuk anak-anak. Kita memang perlu memberi kesempatan anak-anak untuk tampil seperti ini. Acara seperti ini penting untuk melatih mental, keberanian, hingga keterampilan dan disiplin anak," bebernya.
Danang juga berpesan bagi para orang tua untuk tidak lelah dan senantiasa mengikuti sekaligus mengarahkan anak-anaknya. Apalagi di usia emas anak, yang mana mereka senang bereksplorasi dan mencoba hal-hal baru.
"Orang tua harus hadir untuk mendampingi dan mengarahkan anak. Mereka ini di usia emas, jadi banyak penasaran dan eksplorasi. Selamat untuk para pemenang, tapi intinya bukan menang dan kalah. Namun silaturahmi dan penyaluran ekspresi bagi anak-anak," tandasnya. (iza/laz)
Editor : Heru Pratomo