SLEMAN - Yayasan Taman Cipta Karya Nusantara (TCKN) memasukan unsur kebudayaan dalam proses pendidikannya. Hal ini turut tercermin dalam gedung yang baru diresmikan dengan nama Hanoman.
Ketua Yayasan TCKN Crista Trirahayu menjelaskan, Hanoman sebagai tokoh legendaris dari cerita Ramayana akan diambil sisi filosofis dan positifnya. "Biasanya lekat dengan cerita Hanoman Obong. Bagi kami apinya adalah bentuk rasa semangat," ungkapnya.
Crista menjelaskan, yayasan akan sangat terbuka bagi siapa pun yang ingin berkolaborasi dalam bidang kebudayaan. "Beberapa tamu yang berkunjung juga ingin menjadikan lokasi ini sebagai pusat studi. Kami akan sangat senang sekali," ujarnya.
Sebagai bagian dari TCKN, The Lilliput World yang merupakan sekolah anak usia dini sendiri menggunakan metode Montessori. Selanjutnya, dipadukan dengan sistem Taman Siswa dari Ki Hajar Dewantara dan living values education yang sarat dalam akulturasi budaya Jawa di Jogja. "Anak-anak kami kenalkan dengan tembang Jawa, permainan tradisional, hingga nilai-nilai positif yang terinspirasi dari Hanoman," tambah Crista.
Terbaru, pada Senin (9/9/2024), TCKN menyelenggarakan Njagong Budaya dengan tema "Hanoman and the Ramayana: Insight and Lessons for Indonesia". "Kemarin ada simbolik kirab dari gedung lama yang kami sewa ke sini lalu ada prosesi membuka patung Hanoman," tambah Crista.
Kini, TCKN memiliki 80 siswa. Pada setiap kelasnya, ada tiga sampai empat guru yang mendampingi. Hal ini adalah wujud yayasan yang mengedepankan nilai respect, responsibility, goodwill, integrity, equality, dan positivity dalam setiap kegiatannya.
"Kami juga ada guru subjek sekitar sepuluh orang. Mereka mengajarkan kegiatan ekstra seperti olahraga, seni, hingga musik. Jadi, kegiatan kami sangat kaya," tegas Crista. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita