Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Gentle Parenting, Pola Asuh Lembut untuk Anak: Hingga Tips Cara Menerapkannya pada Si Kecil

Winda Atika Ira Puspita • Senin, 2 September 2024 | 19:39 WIB

Ilustrasi ibu bermain dengan anak.
Ilustrasi ibu bermain dengan anak.


RADAR JOGJA – Menjadi orang tua adalah peran yang penuh tantangan, namun juga sangat memuaskan.

Setiap orang tua, tentu menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya.

Salah satu keinginan pentingnya, terutama soal tumbuh menjadi individu yang cerdas dan mandiri.

Hal ini bisa dicapai, dengan mengedepankan pendekatan pengasuhan yang baik.

Terlebih, semakin populer saat ini pendekatan pengasuhan itu adalah gentle parenting.

Gentle parenting atau pengasuhan lembut adalah pendekatan pengasuhan yang berfokus pada empati, pemahaman, dan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak.

Alih-alih menggunakan hukuman fisik atau emosional, gentle parenting menekankan pentingnya membangun hubungan yang positif dan saling menghormati. Prinsip utama dalam gentle parenting adalah:

- Disiplin positif: Mengajarkan anak tentang batasan dan konsekuensi alami dari tindakannya dengan cara yang penuh kasih dan pengertian.
- Empati: Memahami perasaan anak dan mencoba melihat dunia dari perspektif mereka.
- Komunikasi yang terbuka: Mendorong anak untuk mengungkapkan perasaan dan pikirannya dengan bebas.
- Autonomi: Memberikan anak kesempatan untuk membuat pilihan dan bertanggung jawab atas keputusan mereka.

Gentle parenting ini bukan berarti orang tua memiliki pola asuh yang permisif atau apapun diperbolehkan atau dimanjakan tanpa orang tua memiliki batasan yang tepat untuk sang anak.

Gentle parenting ini memberikan pengasuhan kepada sang anak secara respect, secara penuh empati, dan terkoneksi dengan anak secara baik.

Berikut beberapa cara menerapkan Gentle Parenting pada anak:

Baca Juga: Kenali Penyakit-Penyakit yang Sering Muncul Saat Musim Penghujan, Diare Paling Umum

- Tegur dengan lembut: Ketika sang anak berbuat salah kita dapat menegurnya tanpa menghakimi dan menyudutkan sang anak.
- Jadilah role model: Berikan contoh perilaku yang baik dari kita sebagai orang tua, di mana kita berharap apa yang kita lakukan dapat ditiru oleh sang anak.
- Bekerja sama: Alih-alih memberi instruksi dan memerintah sang anak, namun dalam gentle parenting kita dapat bekerja sama menyelesaikan sesuatu dengan sang anak.
- Berikan pujian yang spesifik: Sampaikan pujian ketika anak melakukan hal yang baik, misalnya, “Kamu sangat baik hati membantu temanmu tadi.”
- Berikan pilihan: Berikan anak beberapa pilihan untuk membuat mereka merasa memiliki kendali atas hidup mereka.
- Ajarkan tentang emosi: Bantu anak mengenali dan mengungkapkan perasaan mereka dengan kata-kata.
- Berikan waktu berkualitas: Luangkan waktu untuk bermain dan berinteraksi dengan anak Anda.

Gentle Parenting tentu tidak mudah dilakukan oleh sang bunda, namun berikut alasan mengapa kita harus memilih gentle parenting dalam mengasuh anak:

- Membangun kepercayaan: Anak yang merasa aman dan percaya diri akan lebih mudah belajar dan berkembang.
- Meningkatkan kecerdasan emosional: Gentle parenting membantu anak memahami dan mengelola emosi mereka dengan lebih baik.
- Membentuk karakter yang kuat: Anak yang dibesarkan dengan gentle parenting cenderung lebih mandiri, empati, dan memiliki harga diri yang tinggi.
- Mencegah masalah perilaku: Dengan memberikan perhatian dan kasih sayang yang cukup, anak akan merasa lebih terhubung dengan orang tuanya dan cenderung menghindari perilaku yang bermasalah. (Eka Tri Ayu Wulandari)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Orang tua dan anak #pengasuhan anak #Gentle Parenting #anak cerdas #parenting anak