Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sudah Miliki 300 Mitra Industri, SMK SMTI Terus Perluas Jaringan Kemitraan PKL Bagi Para Siswa

Fahmi Fahriza • Rabu, 28 Agustus 2024 | 18:13 WIB

Photo
Photo
RADAR JOGJA - Praktik kerja lapangan (PKL) jadi salah satu capaian yang wajib dilakukan oleh para siswa SMK SMTI Yogyakarta.

Hal ini disampaikan oleh Pengelola PKL Humas SMK SMTI Agnes Kinanthi.

Agnes membeberkan, PKL di SMK SMTI bersifat wajib, dengan durasi PKL minimal 6 bulan.

Durasi PKL tersebut juga telah disepakati antara pihak sekolah dengan sektor industri, yang merupakan tempat siswa melakukan PKL.

"Durasi PKL minimal 6 bulan, tapi banyak yang akhirnya diperpanjang dan mendapat kontrak kerja dari industri terkait," katanya pada Radar Jogja, Selasa (27/8).

Agnes merinci, saat ini SMK SMTI telah menjalin kerjasama dengan lebih dari 300 mitra kerja di sektor industri.

Cakupannya pun bervariasi, mulai dari sektor industri kimia, manufaktur, farmasi hingga industri makanan dan minuman.

"Mitra kami tersebar di banyak kota Indonesia, seperti di Jabodetabek, Banten, Jawa Timur, hingga Jawa Tengah dan DIY," tuturnya.

"Hampir semua siswa terserap di mitra kami, sehingga kami tidak kesulitan menempatkan siswa untuk PKL di sektor industri yang sesuai dengan kompetensi siswa," imbuhnya.

Ia menyebut bahwa keberangkatan PKL para siswa sendiri sangat fleksibel, yakni menyesuaikan kebutuhan dan permintaan dari industri.

Namun, jika menilik dari pola tahunan, keberangkatan PKL siswa cukup tinggi terjadi di bulan Juli, atau setelah siswa menyelesaikan proses belajar mengajar (PBM).

"Setelah menyelesaikan keseluruhan PBM di kelas XI, siswa siap untuk berangkat PKL. Ada juga case misalnya industri minta siswa di bulan Februari, kami dapat menyeleksi siswa untuk memenuhi kebutuhan industri akan siswa PKL," terangnya.

"Jika siswa sudah menyelesaikan materi pembelajaran, siswa siap untuk berangkat PKL, selain itu kami juga fasilitasi pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara online bagi siswa," lanjutnya.

Lebih lanjut, Agnes menyampaikan, saat ini SMK SMTI juga terus memperluas jejaring kerjasama dengan industri.

Selain perluasan jaringan, hal yang cukup menjadi perhatian adalah, peningkatan softskill dan kompetensi bagi para siswa.

Ia menilai, secara etos kerja dan pemahaman teknis, siswa sudah cukup bisa menguasai dan tidak pernah ada keluhan dari sektor industri.

Namun, hal-hal lain yang jadi perhatian adalah aspek softskill, apalagi dunia industri juga terus berkembang dan dinamis.

"Kalau etos kerja sudah baik dan tidak ada keluhan dari industri. Hal yang perlu ditingkatkan terkait softskill, seperti attitude, skill komunikasi," bebernya.

"Kami komitmen terus kembangkan itu. Jadi, tidak hanya kompetitif dari segi teknis, tapi juga softskill," lontarnya.

Selanjutnya, penuturan datang dari Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita.

Ia memastikan, bahwa 100 persen lulusan dari unit pendidikan vokasi yang ada di bawah naungan Kemenperin, secara otomatis akan langsung diterima untuk bekerja di sektor industri, termasuk juga para siswa lulusan SMK SMTI.

Secara garis besar Agus Gumiwang Kartasasmita menilai, saat ini kualitas pendidikan vokasi yang berada di bawah Kemenperin sudah bagus dan ideal, baik secara pelaksanaan program, maupun jejaring dengan industri.

"Kualitas pendidikan vokasi ini sudah sangat baik. Tapi perlu ditambah dari sisi jumlah atau kuantitasnya," pesannya.

"Selain kualitas, semoga aspek kuantitas juga terus ditingkatkan, baik program kelas atau SDM, untuk memenuhi kebutuhan industri," harapnya.

Agus Gumiwang Kartasasmita menambahkan, kebutuhan SDM yang unggul dan kompeten di sektor industri juga terus bertambah secara signifikan, menurutnya ini jadi indikator yang positif, karena hal tersebut menunjukkan signifikansi sektor industri Indonesia yang terus maju.

"Industri kita mengalami pertumbuhan pesat, peningkatan dan kebutuhan SDM di industri terus terjadi," tandasnya.

Editor : Bahana.
#SMK #Pendidikan #industri #smk smti #SMK SMTI Yogyakarta