Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tantangan Digitalisasi Pendidikan di Jogja, 34,56 Persen Asesmen Nasional Berbasis Komputer Masih Semi Online

Gunawan RaJa • Selasa, 27 Agustus 2024 | 20:44 WIB
ILUSTRASI Sejumlah pelajar sekolah dasar (SD) sedang mengikuti kegiatan Asesmen Standardisasi Pendidikan Daerah (ASPD) berbasis komputer beberapa waktu lalu   (GUNAWAN/Radar Jogja)
ILUSTRASI Sejumlah pelajar sekolah dasar (SD) sedang mengikuti kegiatan Asesmen Standardisasi Pendidikan Daerah (ASPD) berbasis komputer beberapa waktu lalu (GUNAWAN/Radar Jogja)

JOGJA - Digitalisasi pendidikan wilayah Provinsi D.I Jogjakarta masih menghadapi tantangan ketimpangan penerapan teknologi. Belum meratanya implementasi digital, bisa mengakibatkan perbedaan kualitas dan akses pendidikan.

Hal tersebut dapat terlihat dari data statistik status pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

Sebanyak 2.070 sekolah atau 64.39 persen bisa merealisasikan ujian secara online. Kemudian 1.111 sekolah atau 34.56 persen semi online, dan 34 sekolah atau 1.06 persen belum menentukan pilihan.

Berdasarkan status, tercatat 3.101 sekolah atau 96.45 persen melaksanakan ANBK secara mandiri. Lalu 80 sekolah atau 2.49 persen menumpang ke sekolah lain, dan 34 sekolah atau 1.06 persen belum ditetapkan.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi DIJ Didik Wardaya mengatakan,
dukungan sarana dan prasarana dimasing-masing sekolah tidak sama.

"Contoh pelaksanaan ANBK, tidak sepenuhnya dilaksanakan secara mandiri. Belum semua berbasis online," kata Didik Wardaya pada Selasa (27/8/2024).

Kendala ketersediaan jaringan komputer, dan sedikitnya jumlah siswa menjadi faktor penyebab belum optimalnya pemerataan digitalisasi pendidikan.

"Kalau sekolah negeri sudah difasilitasi oleh pemerintah. Tapi sekolah swasta sebenarnya yang bertanggungjawab adalah pihak yayasan," ujarnya.

Kepada penyelenggara pendidikan swasta, dukungan pemerintah terhadap pemerataan digitalisasi sifatnya hanya membantu. Setiap tahun ada program, namun tidak semua bisa terfasilitasi secara bersamaan.

"Untuk jaringan internet sekolah negeri sudah tidak ada masalah," terangnya.

Ke depan pemerintah berencana meningkatkan infrastruktur dan pelatihan agar semua sekolah dapat menjalankan ANBK secara online sepenuhnya. Dengan demikian hilirisasi sistem pendidikan menjadi lebih merata.

"Digitalisasi pendidikan tidak hanya ANBK. Pembelajaran bagi guru dengan PMM (platform merdeka mengajar) untuk meningkatkan kapasitas guru, basisnya juga digital. Termasuk akun belajar siswa," bebernya.

Sebagaimana diketahui jadwal ANBK 2024 SMA/SMK sederajat selesai pada 22 Agustus 2024. ANBK 2024 jenjang SMP sederajat akan diselenggarakan pada 9-12 September 2024.

Sedangkan jenjang SD sederajat, pelaksanaan ANBK 2024 dijadwalkan dalam dua tahap. Tahap 1 diselenggarakan pada 28-31 Oktober 2024, dan tahap 24-7 November 2024. (gun)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#ANBK #Provinsi DIY #Penerapan Teknologi #Asesmen nasional berbasis komputer