Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Siap Bersaing di Tingkat Nasional, Pasangan Duta Bahasa DIY Buat Komik Sastra dari Naskah Kuno untuk Anak SD

Fahmi Fahriza • Selasa, 27 Agustus 2024 | 15:00 WIB
GIGIH: Pasangan Duta Bahasa DIY 2024 Ryan Priatama dan Risqa Rahma Rasendria saat menjalankan program edukasi di berbagai sekolah jenjang sekolah dasar.
GIGIH: Pasangan Duta Bahasa DIY 2024 Ryan Priatama dan Risqa Rahma Rasendria saat menjalankan program edukasi di berbagai sekolah jenjang sekolah dasar.


RADAR JOGJA - Inovasi dilakukan oleh pasangan Duta Bahasa DIY 2024 Ryan Priatama dan Risqa Rahma Rasendria. Yakni membuat komik sastra dari naskah kuno untuk siswa jenjang sekolah dasar. Langkah ini dilakukan untuk mewakili DIY dalam duta bahasa tingkat nasional.


“Akan berlangsung di Jakarta, pada 2-7 September mendatang. Total peserta ada 31," kata Ryan kemarin (26/8).
Ryan menuturkan, program yang dibuat bersama Rahma adalah Krida Kebahasaan Ksatria. Yakni sebuah komik sastra yang bersumber dari naskah kuno di Puro Pakualaman.


Komik ini hasil alih wahana dari naskah kuno Sestra Ageng Adidarma pupuh sinom bait ke 1-13. Naskah ini adalah koleksi perpustakaan Pakualaman bernomor koleksi 0012/PP/73 yang diprakarsai oleh K.G.P.A.A Paku Alam lI.


"Alih wahana ini bertujuan menghidupkan lagi cerita di dalam naskah kuno ke bentuk yang lebih modern, dan mudah diakses pembaca masa kini," sebutnya.


Ryan membeberkan, komik ini tidak hanya diimplementasikan ke sekolah dasar. Namun juga ke sekolah luar biasa dan komunitas baca serta pendidikan nonformal di DIY. Dengan Target demografi kelas 4-6.


Komik Krida Ksatria, lanjutnya, telah berhasil diimplementasikan di 10 sekolah. "Seperti SD Muhammadiyah Sleman, SDN 4 Wates, SDN Balong Gunungkidul, dan SLB A Yaketunis Jogjakarta," urainya.

Ksatria, lanjutnya, singkatan dari Komik Sastra Anak dari Naskah Kuno Jogajakarta. “Berdasarkan budaya nusantara, Ksatria ini sosok yang melambangkan keberanian, kehormatan, dan ketangguhan," bebernya.


Ryan menyebut bahwa hal tersebut selaras dengan komitmen dan semangat yang dibawa. Dalam menjaga dan memperjuangkan keberlanjutan bahasa dan sastra yang ada di Indonesia.


"Kami alih wahana naskah kuno Jogja ini jadi sumber bacaan yang bermutu dalam bentuk komik, untuk mengonservasi dan merevitalisasi bahasa dan sastra daerah," paparnya.


Disebutkan, program tersebut dilaksanakan dalam rangka mengupayakan perwujudan program prioritas dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Antara lain soal literasi kebahasaan dan kesastraan, serta pelindungan bahasa dan sastra itu sendiri.


"Selain komik fisik, ini juga ada audiobook berbasis digital. Jadi bisa memudahkan para siswa untuk belajarnya," lontarnya.

Baca Juga: Keraton Tak Simpan Naskah Asli Serat Kuntharatama

Diakuinya, proses pembuatan komik tersebut melibatkan banyak sekali pihak. Selain Balai Bahasa dan Pura Pakualaman, turut digandeng pula pihak eksternal seperti para ahli dan akademisi dari Pusat Studi dan Kebudayaan UGM.


"Pusat Studi dan Kebudayaan UGM berperan mengalihaksarakan, dan menerjemahkan naskah kuno yang akan dipakai sebagai sumber cerita," ucap Ryan.


Selanjutnya, penuturan lain datang dari Ade Safri Salampessy selaku pendamping pasangan duta bahasa DIY 2024. Diketahui, Safri sendiri adalah pemenang 1 duta bahasa DIY 2023, dan di duta bahasa nasional mendapat penghargaan terbaik 3.


"Sekarang saya sebagai pendamping, untuk membantu persiapan dan program dari Ryan dan Rahma," bebernya.
Safri mengaku antusias dan optimistis dengan program yang akan dibawa oleh Ryan dan Rahma. Sebab menurutnya, program komik ksatria tersebut sangat ideal dan layak untuk dibawa ke kompetisi nasional.


"Harus saya akui program ini bagus sekali, lebih bagus dan kompleks daripada yang saya bawakan dulu," serunya.
Menyoal tugas pendampingannya, Safri mengaku bahwa dia terlibat cukup aktif sejak awal. Mulai dari proses penggodokan ide program. Dalam prosesnya, dia juga banyak memberi masukan, hingga hal-hal yang bisa dan perlu ditingkatkan.

"Belajar dari pengalaman di tahun sebelumnya, saya all out membantu persiapan Ryan dan Rahma ini," ucapnya.
"Saya tentu saja berharap mereka mendapat hasil maksimal di Jakarta nanti, tapi saya juga tidak memberi beban," ujarnya. (iza/eno)

Editor : Satria Pradika
#Duta Bahasa DIY #naskah kuno #Komik Sastra #Ajang Tingkat Nasional