RADAR JOGJA - Puluhan mahasiswa dari berbagai universitas di Jogjakarta membuka les untuk difabel netra. Tergabung dalam Komunitas Sadar Belajar Indonesia, mereka menggelar pelatihan membaca braille dan seni raba.
Founder Komunitas Sadar Belajar Achmad Novrizal Hidayat mengatakan, anggota komunitasnya merupakan anak muda yang fokus pada pendidikan anak dan disabilitas. "Anggota komunitas berasal dari berbagai universitas wilayah Jogja," kata Achmad Senin (26/8).
Dia menjelaskan, secara teknis pelaksanaan kegiatan pembelajaran dijalankan secara kolektif dan kolaboratif. Anggota komunitas memanfaatkan jaringan mereka untuk memfasilitasi pembelajaran siswa disabilitas. "Lokasi pembelajaran mobile, tidak menetap di satu lokasi," ujarnya.
Belum lama ini, bertajuk 'Jagat Jemari' pembelajaran bagi difabel berlangsung di Pendopo Kantor Kalurahan Condongcatur, Depok, Sleman. Sebanyak 16 anak difabel hadir dalam kegiatan pembelajaran. "Kami berharap mampu meningkatkan keterampilan membaca dan menulis anak-anak difabel netra," ucapnya.
Selain itu, anak didik juga diperkenalkan seni raba. Termasuk pelatihan melukis dengan media kanvas dan pewarna alami seperti buah naga dan kunyit. "Guna mendukung perkembangan sensorik dan motorik," jelasnya.
Dikatakan, pelatihan tersebut hasil berkolaborasi bersama dengan Asosiasi Keluarga Anak Disabilitas Netra Indonesia (Akadini) Jogja dan Karangtaruna Condongcatur. "Harapan besar kami, anak-anak difabel netra mengembangkan keterampilan baru dalam kehidupan sehari-hari," ucapnya. (gun/eno)
Editor : Satria Pradika