Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Minim, Guru Penggerak di Sekolah di Sleman Tak Sampai Satu Persen dari Jumlah Guru, Ini Penyebabnya

Gunawan RaJa • Sabtu, 24 Agustus 2024 | 00:31 WIB
Suasana belajar mengajar di SMP Angkasa Adisutjipto yogyakarta. Siswa antusias mengikuti pembelajaran ibu guru.
Suasana belajar mengajar di SMP Angkasa Adisutjipto yogyakarta. Siswa antusias mengikuti pembelajaran ibu guru.

 

RADAR JOGJA - Jumlah tenaga guru penggerak di Kabupaten Sleman masih sangat minim. Padahal dengan bertambahnya jumlah guru penggerak, gerakan Merdeka Belajar akan terus tumbuh.

Di SMPN 3 Depok misalnya, Kepala Sekolah Darto mengatakan, ada syarat dan ketentuan untuk menjadi guru penggerak. Sebelum muncul gugatan, terdapat syarat batas maksimal usia. "Usia ASN (Apartur Sipil Negara) harus di bawah 50 tahun," kata Darto pada Kamis (22/8).

Untuk menjadi guru penggerak juga harus benar-benar memiliki kompetensi. Karena itu pihaknya terus memberikan penekanan terhadap guru agar meningkatkan kompetensi sebagai guru profesional. "Sehingga mutu pendidikan bisa meningkat," jelasnya.

Baca Juga: Anak-anak di DIY akan Mendapatkan Vaksinasi JE Gratis pada September, Upaya Cegah Virus Radang Otak yang Mengakibatkan Cacat Otak

Baca Juga: BMKG Prediksi Gempa Megathrust Tinggal Menunggu Waktu: Ketahui 2 Persiapan Penting Ini, Salah Satunya Siapkan Tas Darurat Berisi 4 Hal Penting

Dikatakan, manfaat program guru penggerak sangat penting. Pertama mengembangkan kompetensi dalam lokakarya bersama."Kemudian mampu meningkatkan kompetensi sebagai pemimpin pembelajaran yang berpusat pada murid," jelasnya.

Kemudian manfaat bagi guru sendiri, sertifikat yang diperoleh sebagai penggerak bisa menunjang karier. Menjadi salah satu syarat dalam seleksi jabatan kepala sekolah. "Sertifikat guru penggerak menjadi tiket masuk bagi guru untuk naik level menjadi kepala sekolah," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Depok Sleman Eko Yulianto mengatakan pada skema kementerian pendidikan, calon guru penggerak dilatih melalui diklat. Waktu diklat cukup panjang bisa mencapai enam sampai sembilan bulan.

Baca Juga: Prediksi Crystal Palace vs West Ham Liga Inggris Sabtu 24 Agustus Kick Off 21.00, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?

Baca Juga: Pengalaman Edukasi Tentang Pertanian dan Budaya di Desa Wisata Brayut Sleman

"Total guru penggerak di sekolah kami ada empat, sedang pendidikan satu dan berproses dua. Saya masuk angkatan pertama guru penggerak," kata Eko Yulianto.

Berdasarkan data, jumlah guru SMAN 1 Depok total ada 54 orang. Rinciannya, PNS 31, dan guru tidak tetap (GTT) hanya ada satu. Idealnya semua guru bisa mengikuti seleksi sebagai guru penggerak.

Tapi karena keterbatasan biaya, dan waktu dari kementerian maka perlu seleksi. "Tidak bisa langsung semua," ujarnya. (gun/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Guru Penggerak #kepala sekolah #Kementerian Pendidikan #ASN #Kabupaten Sleman #sertifikasi