Kegiatan yang merupakan bagian dari Pengabdian Grup Riset Ekonomi dan Pembangunan Pedesaan ini berfokus pada peningkatan kesadaran dalam pengelolaan sampah, memberdayakan kreativitas warga dalam memilah sampah, serta melaluiintegrasi pendidikan dengan harapan dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.
Di Desa Senden terdapat keberadaan TPS 3R sebagaikomitmen terhadap kelestarian lingkungan yang berkelanjutan berbasis komunitas. TPS 3R Senden Berseri memanfaatkan sampah organik menjadi produk pupuk yang berkulitas sehingga memiliki nilai tambah ekonomi berupa pupuk organik.
Permasalahan pupuk organik yang diberi merekS.O.B.A.T. (Senden Organik Berseri Andalan Tani) ini yaitubelum memiliki hak paten. Untuk melindungi dan memperkuat posisi produk di pasar, salah satu program kerja utama dari Tim KKN UNS dengan nomor 150 ini adalah Pendaftaran Merek Produk TPS 3R Senden Berseri. Tim KKN UNS 150 telah mendaftarkan merek produk tersebut, sehingga pupuk organik ini memiliki legalitas di mata hukum.
Namun, “TPS 3R Desa Senden ini masih kurang dalam pemasarannya dan belum mendapatkan market place yang tepat” ujar pak Purwanto selaku kepala urusan pembangunan & ekonomi kreatif. untuk mendukung pemasaran produk pupuk organik, Sosialisasi Digital Marketing Produk TPS 3R Senden Berseri diadakan pada 27 Juli 2024. Sosialisasi ini bertujuan untuk mengedukasi pengurus TPS 3R Senden Berseri tentang pentingnya pemasaran digital dalam memperluas jangkauan pasar. Dengan memanfaatkan platform digital, diharapkan penjualan produk pupuk organik dari TPS 3R Senden Berseri dapat meningkat secara signifikan.
Pada tanggal yang sama, dilakukan Sosialisasi Pembuatan Cocopeat untuk memperkenalkan cocopeat sebagai media tanam alternatif yang berasal dari serabut kelapa. Serabut kelapa yang terdapat pada TPS 3R Senden Berseri belum terolah sehingga solusi ini tidak hanya efektif dalam mengatasi sampah serabut kelapa, tetapi juga memberikan manfaat tambahan sebagai media tanam yang ramah lingkungan.
“ Di Dusun Ngabean, limbah dari minyak jelantah sangat banyak dan sering terbuang percuma” kata Bu Nur warga Dusun Ngabean.
Oleh karena itu KKN UNS 150 juga mengadakan kegiatan Pelatihan Pembuatan Lilin Aroma Terapi dari Minyak Jelantah yang dilaksanakan pada 3 Agustus 2024.
Pelatihan ini melibatkan komunitas ibu-ibu PKK Dusun Ngabean dalam praktik pembuatan lilin aroma terapi dari minyak jelantah, sejalan dengan konsep ekonomi sirkular yang bertujuan untuk mengubah limbah menjadi produk bernilai tambah.
Upaya penggerakan komunitas masyarakat lainnya dilakukan dengan Kegiatan Implementasi 3R, yang melibatkan masyarakat Dusun Ngabean untuk melakukan kerja bakti pada 4 Agustus 2024, serta dibuatnya tempat Bank Sampah dengan sistem infaq sampah plastik.
Sampah plastik yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk infaq bagi Masjid Al-Hikmah Dusun Ngabean. Pak Lutfi selaku kepala dusun mengatakan “Adanya tempat infaq sampah plastik ini diharapkan bisa menjadi langkah awal untuk mengedukasi masyarakat agar dapat mulai memilah sampah plastik”.
Ketua KKN 150, Bob mengatakan “ kita harus memaksimalkan pemanfaatan dari sampah yang ada di Desa Senden termasuk sampah botol plastik yang memiliki nilai estetika”, Tim KKN UNS 150 membuat Recycle Wall Garden yang diadakan pada 15 Agustus 2024.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mendaur ulang sampah botol plastik menjadi pot tanaman hias gantung. Selain itu, program kerja ini memanfaatkan pupuk organik hasil produksi TPS 3R Senden Berseri.
“Harapan kami, program ini dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk menunjukkan efektivitas produk pupuk kami kepada petani sekitar”, jelas Pak Supar selaku ketua TPS 3R Senden Berseri.
Dalam melaksanakan tujuan PKM HRG-UNS terkait penerapan ekonomi sirkuler berbasis komunitas, tim KKN UNS 150 memberikan Sosialisasi 3R kepada Siswa SD untuk menanamkan nilai kesadaran lingkungan sejak dini.
Bekerja sama dengan tenaga pendidik di SD Negeri Senden 2, KKN UNS 150 memberikan edukasi tentang pentingnya penerapan prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R) kepada siswa kelas 3 hingga 6.
Pada 23 Juli 2024, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga dilibatkan dalam praktik langsung melalui permainan interaktif yang mendorong kerjasama antar siswa dalam memilah sampah organik dan anorganik.
Selain sosialisasi 3R kepada siswa SD, tim KKN UNS 150 juga mengadakan program Edukasi Kreatif dalam Pengintegrasian Pendidikan untuk mendukung pengembangan komunitas masyarakat di Dusun Ngabean.
Kegiatan edukasi dilakukan dengan pembelajaran interkatif terkait tugas sekolah serta bantuan dalam mengajar baca tulis Al-Quran untuk anak-anak di TPA Masjid Al-Hikmah Dusun Ngabean.
Sebagai bagian dari edukasi berkelanjutan, Pengadaan Papan Edukasi Sampah Anorganik dilakukan dengan memasang papan informasi di lokasi-lokasi strategis seperti tempat berkumpulnya masyarakat di Dusun Ngabean dan Kawasan TPS 3R Senden Berseri.
Papan ini berisi informasi tentang masa urai sampah anorganik, sehingga masyarakat dapat menyadari bahwa penting dilakukannya kegiatan 3R dan juga pengelolaan sampah yang bijak dan bertanggung jawab.
Kegiatan KKN yang berlangsung hingga bulan Agustus menjadi ajang bagi Tim KKN UNS 150 untuk menyelenggarakan lomba dalam rangka menyambut HUT RI ke-79. Lomba Merah Putih Environment Challengesdigelar dengan mengajak komunitas ibu-ibu Dusun Ngabean untuk mengolah sampah anorganik menjadi berbagai kerajinan tangan.
Lomba ini mengedepankan kreativitas dan estetika sehingga menunjukkan bahwa sampah anorganik dapat diubah menjadi barang baru dengan nilai tambah.
Melalui serangkaian kegiatan ini, KKN UNS 150 bersamamasyarakat Desa Senden, khususnya Dusun Ngabeanberkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Dengan semangat gotong royong dalam melakukan inovasi, kami berharap setiap upaya yang telah dilakukan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat serta menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk turut serta menjaga kelestarian lingkungan.
Editor : Bahana.