RADAR JOGJA – Keberadaan perguruan tinggi swasta (PTS) di Yogyakarta semakin tersingkirkan. Hal ini karena banyaknya kuota yang diberikan oleh perguruan tinggi negeri (PTN) untuk mahasiswa baru.
Merespons hal itu, Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (Aptisi) di wilayah Yogyakarta pun memutuskan untuk kolaborasi dan bekerja sama. Hal ini terungkap saat pertemuan nonformal anggota Aptisi Yogyakarta di Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) Minggu (18/8).
"Kita sedih kalau misalnya ada (PTS) yang tidak dapat mahasiswa dan sebagainya. Kita ingin semua yang ada ini bisa bertahan dan maju," kata Edy Suandi Hamid, mantan Ketua Aptisi Yogyakarta.
Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) ini menyebut, sesama pimpinan perguruan tinggi menyampaikan strategi agar kampus bisa maju bersama. "Bisa bersaing secara sehat dan bekerja sama saling membantu,” tuturnya.
Selain itu, acara gowes bersama ini juga bertujuan untuk memperperat hubungan sesama PTS wilayah Jogja. “Nggak ada seperti ini di daerah lain," ujarnya.
Meski demikian, dia tidak menampik jika ke depan tetap akan ada seleksi alamiah. Dimungkinkan tetap akan ada PTS yang tutup maupun merger.
Sementara itu, Rektor UCY Hery Kristiyanto mengatakan, kolaborasi antara perguruan tinggi swasta menjadi kunci utama dalam menghadapi era yang penuh tantangan seperti saat ini. Menurut dia sesama perguruan tinggi hendaknya saling membantu dan mendukung satu sama lain.
Meskipun diakui ada sedikit penurunan jumlah mahasiswa akibat meningkatnya daya tampung PTN. "Tapi tidak mengurangi semangat untuk terus berinovasi dan bekerja sama," tegasnya. (gun/eno)
Editor : Satria Pradika