Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dosen Ilmu Komunikasi UMY Suciati Sebut Etika dan Inisiatif Minim Dimiliki Para Mahasiswa Baru

Fahmi Fahriza • Senin, 19 Agustus 2024 | 13:00 WIB
Etika dan Inisiatif Minim Dimiliki Para Mahasiswa Baru
Etika dan Inisiatif Minim Dimiliki Para Mahasiswa Baru

 


RADAR JOGJA - Dosen Ilmu Komunikasi UMY Suciati mengamati, sempat ada transisi perilaku yang signifikan kepada para mahasiswa sebelum dan setelah pandemi. Disebutnya, mahasiswa yang mengawali kuliah secara online karena pandemi cenderung lebih pendiam, minim inovatif, baik dalam konteks pergaulan atau akademik.


"Produk angkatan 2020 saat Covid-19 itu sekarang sedang skripsi, banyak dari mereka yang masih bingung dan tidak tahu apa-apa," katanya Minggu (18/8/2024).

"Banyak materi dan hal-hal yang terloncati dari mereka, jadi secara kognitif seperti mengajar mahasiswa baru lagi," sambung dosen yang banyak mengkaji psikologi komunikasi ini.


Suci menyadari, pandemi memang memberi dampak yang signifikan. Namun, secara garis besar situasi saat ini sudah kembali normal.

Meskipun tidak serta merta perilaku dan kebiasaan mahasiswa baru juga sama seperti sebelum pandemi. "Mahasiswa dulu lebih kuat dan tanggung saya rasa, mereka mau banyak belajar dan besar inisiatifnya," ucapnya.


Sejauh ini, dari pengamatan yang dilakukan pada para mahasiswa baru angkatan 2024, benar bahwa situasi sudah kembali normal. Namun hal yang cukup disayangkan sekaligus dikhawatirkannya adalah soal behavior dan tata krama mahasiswa. "Kalau dari behavior-nya, tata kramanya kurang, kurang menghargai orang tua," sesalnya.


"Banyak dari mereka kurang bisa menempatkan diri dan minim inisiatif," sambungnya.
Suci memprediksi, salah satu alasan yang mendasari hal tersebut adalah masifnya imitasi dan replikasi konten-konten di sosial media. Secara mentah langsung mereka konsumsi, dan diaplikasikan tanpa adanya filtrasi.


"Banyak mahasiswa ini belum punya kebijakan bermedia sosial, seringkali tidak memikirkan dampak buruk atas apa yang dilakukannya," sebutnya.


Selain itu, ada yang kurang perhatian. Akhirnya mencari perhatian serupa dari luar. “Mencari atensi dengan melakukan hal-hal yang tidak positif," paparnya.


Saat ini, salah satu cara ideal yang dilakukannya adalah dengan pendekatan lebih humanis. Hal tersebut diakuinya cukup efektif untuk membuat mahasiswa merasa lebih nyaman. Baik dalam konteks perkuliahan atau saat di luar kelas.

"Humanis dan lebih terbuka, mereka jadi mau cerita banyak. Tidak saja soal kendala kuliah, tapi hal-hal yang sifatnya personal juga," urainya.


Terpisah, situasi yang cukup membingungkan juga dirasakan oleh Nilam Anggita. Mahasiswi baru UNY ini mengaku, banyak memiliki kekhawatiran soal kehidupan dan dinamika perguruan tinggi.


"Apalagi secara personal, aku tipe yang butuh waktu cukup lama untuk adaptasi sama sesuatu," beber perempuan asal Caruban ini. (iza/eno)

Editor : Satria Pradika
#Ilmu Komunikasi UMY #Pendidikan #mahasiswa baru #akademik