RADAR JOGJA - Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) mulai melaksanakan proses pembangunan gedung kuliah bersama di kampus II, Jumat (16/8). Gedung kuliah itu dirancang memiliki 12 lantai di atas tanah seluas 9.200 meter persegi. Gedung tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai ruang perkuliahan, laboratorium, hingga auditorium.
Rektor Unimma Lilik Andriyani menuturkan, pembangunan gedung kuliah bersama ini menjadi momentum yang membahagiakan. "Pembangunan ini (gedung kuliah bersama, Red) guna melengkapi fasilitas Unimma karena tahun depan kami akan mendirikan sembilan program studi (prodi) baru, empat di antaranya pascasarjana," bebernya di sela acara.
Dia merinci, lantai pertama akan difungsikan sebagai area parkir. Lantai 2 dan 3 digunakan untuk ruang perkuliahan. Lalu, lantai 4 untuk ruang dosen pascasarjana. Kemudian, lantai 5 dan 6 untuk laboratorium Fakultas Kedokteran. Lantai 7 dan 8 dimanfaatkan untuk ruang perkuliahan prodi kedokteran. Selanjutnya, lantai 9 untuk rektorat dan lantai 10 untuk perpuatakaan dan ruang komputer. Sedangkan lantai teratas untuk auditorium dengan kapasitas 400 orang.
Lilik mengatakan, gedung 12 lantai itu akan dibangun dalam kurun waktu maksimal 16 bulan. Namun, dia berharap, gedung tersebut akan segera diselesaikan agar bisa difungsikan pada 2025 mendatang. "Nanti akan digunakan unguk fasilitas bersama. Harapannya bisa segera selesai dan dimanfaatkan," paparnya.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Haedar Nashir mengapresiasi langkah Unimma untuk menyediakan sarana dan prasarana bagi mahasiswa. Menurutnya, spirit dan etos kemajuan yang dilakukan oleh Unimma sangat luar biasa dan selaras dengan semangat persyarikatan Muhammadiyah.
Dia optimistis, Unimma akan menjadi center of excellence. Menjadi lembaga tinggi Muhammadiyah yang terus berikhtiar mencerdaskan kehidupan bangsa. "Di dalamnya ada spirit untuk mencerdaskan akal budi manusia, iman, takwa, dan bertumpu pada nilai-nilai ke-Muhammadiyah-an," sebutnya.
Haedar menambahkan, Unimma maupun perguruan tinggi di bawah persyarikatan Muhammadiyah harus memacu peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berbasis pada nilai-nilai Pancasila dan agama. "Sehingga generasi selanjutnya memiliki nilai-nilai luhur dalam kehidupan mereka," imbuhnya. (aya/pra)
Editor : Satria Pradika