BUNAKEN - Sebanyak 90 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta diterjunkan di berbagai daerah di Sulawesi Utara. Di antaranya, Kepulauan Bunaken, Talaud, dan Sangihe.
Sekretaris UGM dr Andi Sandi Antonius mengatakan, penerjunan mahasiswa KKN ke Sulawesi Utara ini termasuk bagian dari total 7.162 mahasiswa KKN yang dikirim secara serentak ke 35 Provinsi di Indonesia.
Melalui KKN ini, mahasiswa diharapkan bisa mempraktikkan ilmu yang mereka dapat dari kampus kepada masyarakat.
"Mereka berkontribusi dalam pengembangan sumber daya alam dan potensi ekonomi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat," katanya, Sabtu (10/8/2024).
Sandi mengungkapkan, salah satu lokasi KKN yang cukup spesial menurutnya adalah KKN seri Bunaken.
Sebab, UGM baru memulai lagi KKN di Bunaken tahun ini. Terakhir kali pada 2018 lalu.
"Terakhir UGM KKN di Bunaken 2018, setelah itu sempat berhenti karena Pandemi Covid 19," tuturnya.
Disebutkan, total mahasiswa yang diterjunkan di Bunaken ada 27 mahasiswa atau satu kelompok.
Program KKN di Bunaken difokuskan pada perekonomian, potensi daerah, dan konservasi alam.
Lokus tersebut sesuai potensi yang bisa dieksplorasi dan dimaksimalkan lebih jauh di Bunaken.
"Untuk 2018 itu fokusnya di sektor pariwisata, saat ini roadmap-nya lebih luas, programnya juga lebih banyak," bebernya.
Sementara itu, koordinator mahasiswa unit (Kormanit) atau ketua KKN Bunaken Prasetyo Utomo membeberkan, kelompoknya menjalankan total 135 program kerja (proker) yang dijalankan selama 50 hari.
"Kami di Bunaken sejak 1 Juli sampai 19 Agustus besok, anggotanya 27 mahasiswa," bebernya.
Dijelaskan, karena prokernya cukup banyak, setiap anggota bertanggungjawab pada 5 proker.
Pras merinci beberapa proker yang dijalankan, seperti penanaman dan konservasi mangrove, pembuatan bangunan Tourism Information Center (TIC), bioreeftek dan transplantasi terumbu karang.
Ada juga pelepasan tukik, pengolahan produk pangan, pembuatan alat filtrasi air, pengadaan tempat sampah 3 pilah, pembuatan website terintegrasi, pembuatan hidroponik, pengecekan kesehatan, hingga pembuatan ecoprint.
"Salah satu yang cukup besar adalah TIC, itu diharapkan bisa membantu meningkatkan awareness turis soal wisata Bunaken," harapnya.
TIC dibuat dengan sistem yang terintegrasi dari website hingga mapping destinasi wisata setempat.
Pras membeberkan, pembuatan TIC tersebut bukan tanpa sebab.
Saat kelompoknya datang pertama kali ke Bunaken, mereka menyadari bahwa tidak ada pusat informasi yang tersedia untuk para turis, sehingga, cukup banyak turis yang kebingungan ketika sampai.
Padahal, hal itu sangat penting untuk memaksimalkan potensi wisata setempat.
"Selama ini informasinya lebih banyak dari biro perjalanan, atau tanya warga lokal. Jadi kami merasa perlu mengadakan TIC ini," ucapnya.
Tak hanya itu, semua aspek mulai dari sosialisasi kesehatan, hukum, publik speaking, hingga pemanfaatan media sosial juga tak luput dari proker yang dijalankan.
"Kami punya banyak mahasiswa dari ragam jurusan, kami coba buat program yang variatif sesuai jurusan masing-masing," urainya.
Pras berharap, rangkaian proker yang saat ini sudah dilakukannya, bisa dilanjutkan oleh kelompok KKN di periode selanjutnya.
Karena, Bunaken memiliki potensi yang sangat kaya dan beragam, dan amat disayangkan jika tidak dioptimalkan.
"Potensinya sangat banyak dan besar, ini harus bisa dimaksimalkan, terutama oleh warga asli sini," tandasnya. (iza)
Editor : Meitika Candra Lantiva