Ujian ini dilakukan karena masih ada sejumlah program studi (prodi) belum memenuhi daya tampung yang ditetapkan.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Untidar Prof Suyitno menjelaskan, SMUT ODC merupakan jenis seleksi ujian berbasis komputer yang memungkinkan peserta untuk melakukan registrasi, memilih ruang ujian, dan melaksanakan ujian dalam satu hari.
SMUT ODC hanya menyediakan pilihan prodi yang masih memiliki daya tampung.
Dia menyebut, sistem ini baru kali pertama diterapkan tahun ini. "Kami ingin memaksimalkan daya tampung yang ada di masing-masing prodi. Sehingga seluruhnya (prodi) dapat terisi dan tidak ada kursi kosong," ujarnya, Sabtu (20/7/2024).
Dari total 30 prodi di Untidar, terdapat 28 prodi pilihan dengan daya tampung yang berbeda-beda.
Terbanyak adalah prodi D3 Farmasi dengan daya tampung 45.
Lalu, S1 Pendidikan Biologi ada 37 kursi, disusul S1 Pendidikan IPA ada 35 kursi, dan S1 Manajemen 30 kursi. Total daya tampung yang disediakan adalah 511 kursi.
Peserta dapat memilih dua prodi. Adapun kelompok soal yang diujikan, yakni merdeka bertanggung jawab.
Meliputi tes potensi skolastik, literasi bahasa Indonesia, literasi bahasa Inggris, dan penalaran matematika.
Koordinator Pelaksana SMUT ODC Untidar Muhammad Azril mengatakan, SMUT ODC dilaksanakan dua sesi.
Sesi pertama pukul 10.00 - 11.30 dan sesi kedua pukul 15.00 - 16.30 dengan kuota 640 peserta. Dibanding hari pertama, antusiasme peserta lebih tinggi di hari kedua.
Dia menyebut, pada Jumat (19/7/2024) sesi pertama diikuti 80 peserta dan sesi kedua sekitar 50 peserta.
Sementara pada Sabtu (20/7/2024), sesi pertama ada 116 peserta dan sesi kedua 100 peserta. Adapun pengumuman lolos seleksi dilaksanakan pada 24 Juli 2024.
Panitia juga membuka masa sanggah mulai 24-30 Juli 2024 serta registrasi ulang secara online di waktu yang sama.
Dia menegaskan, apabila daya tampung yang disediakan tidak terpenuhi, tidak ada SMUT ODC gelombang kedua.
"Keputusan berikutnya terkait pemenuhan kuota mahasiswa baru akan dibahas dalam rapat pimpinan Untidar," jelasnya.
Editor : Bahana.