Di mana kebahagiaan itu bisa ditemukan? Apakah dengan harta dan tahta? Ataukah dengan pengakuan dan popularitas? Pertanyaan-pertanyaan ini sering kali menghantui para remaja dan mahasiswi, demikian dikisahkan C.
Dian Eka P, seorang mahasiswi yang saat ini sedang mengambil mata kuliah Kesehatan Mental di Fakultas Psikologi UP45.
Bergabung dalam Singapore Mercy Mission Group (SMMG) bekerja sama dengan Provinsialat CM dan Susteran Charitas, melaksanakan serangkaian kegiatan sosial di berbagai kota.
SMMG telah berdiri sejak 14 tahun yang lalu (2010) merupakan komunitas kompleks satu wilayah perumahan di Singapore yang mereka peduli dengan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Sudah banyak memberikan support ke 14 negara baik di Asia maupun Asia Tenggara khususnya.
Kegiatan acara diawali kata Sambutan dari pihak SMMG dan Pihak Nursing home dan Orphanage.
Hiburan yang meriah dengan peralatan music dari SMMG serta tarian, nyanyian dari pihak Yayasan semakin menghidupkan suasana bersama penghuni Panti maupun Staff yang mengasuh di Panti.
Penyerahan simbolik bantuan berupa kebutuhan pokok serta fasilitas guna meningkatkan kesejahteraan penghuni panti pun terlaksana.
Kegiatan dilaksanakan di Panti Asuhan St.Beatrix Surabaya, Panti Wredha Jelindro Surabaya, Panti Asuhan Bakti Luhur Surabaya, Kasih Bangsa Foundation dan Panti Asuhan Bakti Luhur Malang pada 20-24 Juni 2024.
Jumlah penghuni Panti cukup beragam, 300 orang di Bakti Luhur Malang terdiri dari penyandang disabilitas dan difabel, anak yatim piatu dan berkebutuhan khusus.
Sekitar 100 orang di Jelindro Nursing home terdiri dari Oma dan Opa, yang masih mampu berjalan, ada pula yang menggunakan dikursi roda, serta terdapat yang hanya berbaring.
Sekitar 166 di Bakti Luhur Surabaya yang terdiri dari disabel, berkebutuhan khusus, Oma yang masih sehat dan Oma yang menggunakan kursi roda serta hanya bisa berbaring.
Kemeriahan acara hiburan bagi warga panti di dukung oleh SMMG Band, Bakti Luhur Band Malang dan Tradisional dan Modern Dance Kasih Bangsa Foundation, Bakti Luhur Malang.
“Bahagia itu bagi saya bukan hanya sekedar saya mendapatkan sesuatu tetapi bahagia itu bagi saya ketika kita bisa melakukan sesuatu dan bemanfaat bagi banyak orang”, ungkap Dian Eka sebagai tim dari Jelendro Nursing home,St. Beatix Orphanage, Bakti Luhur Surabaya, Bakti Luhur Malang.
Dijaskan bahwa tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah Kesehatan Mental mampu menginspirasi dirinya untuk bisa memberikan kasih kepada orang lain.
Fx. Wahyu Widiantoro, S.Psi., M.A., selaku pengampu Kesehatan Mental UP45, menjelaskan bahwa berbagi dan membantu orang lain bukan hanya tindakan mulia, tetapi juga kunci untuk kebahagiaan dan kesehatan mental yang lebih baik.
Tindakan ini memberikan manfaat bagi diri sendiri melalui beberapa mekanisme.
Pertama, meningkatkan rasa harga diri dengan memberi kita rasa puas atas kontribusi positif yang telah dilakukan.
Kedua, mengurangi stres dan kecemasan dengan mengalihkan fokus dari masalah pribadi dan mengarahkannya pada kebutuhan orang lain.
Ketiga, meningkatkan rasa koneksi sosial dengan membangun hubungan dan mengurangi perasaan kesepian.
Terakhir, memberikan rasa tujuan hidup dengan menunjukkan bahwa kita bagian dari sesuatu yang lebih besar dan bermakna.
“Berbagi dan membantu orang lain bukan hanya membawa kebahagiaan bagi yang dibantu, tetapi juga bagi diri sendiri. Ini adalah cara sederhana namun ampuh untuk meningkatkan kesehatan mental dan menjalani hidup yang lebih bahagia”, tandas Wahyu.
Editor : Bahana.