RADAR JOGJA - Kuota jalur zonasi di SMPN 1 Bambanglipuro, Bantul sempat tidak terpenuhi. Sebab dari 135 kursi yang disediakan, jumlah pelamar hanya 118 orang saja.
Kepala SMPN 1 Bambanglipuro Parjo menyebut, permasalahan tersebut sudah selesai. Sebab untuk memenuhi kuota jalur zonasi, sekolah menggelar pendaftaran offline. “(Karena, Red) diberikan kewenangan untuk pemenuhan kuota," katanya Senin (8/7).
Langkah tersebut diambil usai pengumuman penerimaan jalur zonasi pada Kamis (4/7) lalu. Namun setelah kuota terpenuhi, ada satu siswa yang mengundurkan diri. Karena kondisi jarak rumahnya yang relatif jauh dari sekolah. Meskipun kurang satu siswa, Parjo memastikan tidak akan mengganggu proses belajar mengajar.
Dia pun menjamin, proses pemenuhan daya tampung di SMPN 1 Bambanglipuro berlangsung fair. Tidak ada siswa titipan atau siluman yang memanfaatkan proses pemenuhan tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Bantul Titik Sunarti Widyaningsih menambahkan, pemenuhan daya tampung memang diperbolehkan.
Menurutnya, itu berdasarkan Peraturan Kepala Disdikpora Bantul Nomor 99 Tahun 2024. "Untuk pemenuhan daya tampung secara offline," ungkapnya. (rul/eno)
Editor : Satria Pradika