RADAR JOGJA - Pendaftaran jalur afirmasi kartu menuju sejahtera (KMS) untuk PPDB tingkat SMP Jogja masih berlangsung. Saat ini, sudah ada 700 peserta yang mendaftar. Namun dapat dipastikan, hampir separo pendaftar itu akan gagal.
“Kuotanya hanya 381 untuk 16 SMP negeri,” sebut Kepala Bidang Pendidik Tenaga Kependidikan, Data dan Sistem Informasi Dinas Dikpora Kota Jogja Mannarima Rabu (3/7).
Meski demikian, dari jumlah tersebut banyak yang melakukan pendaftaran sebelumnya. Dan diterima melalui jalur zonasi radius. "Pendaftar KMS 700 itu sudah berkurang," bebernya.
Terpisah, Anggota Forum Pemantau Independen (Forpi) Jogja Baharuddin Kamba mengatakan, bahwa klasifikasi dan kualifikasi pemegang KMS harus benar-benar tepat sasaran.
Dari pantauannya, Kamba mengaku beberapa kali menemui kasuistik para pendaftar yang memiliki KMS. Namun menurutnya mereka tidak seharusnya dan tidak berhak menerima KMS.
"Banyak yang tidak layak untuk KMS ini, ada yang pakai mobil, motornya baru, bahkan pakai perhiasan semua," sebutnya.
Kamba mengingat, sudah bertahun-tahun lamanya Forpi menemukan fakta lapangan siswa pemilik KMS tidak sesuai kriteria. "Mungkin sejak 2012, padahal kriteria bagi penerima KMS itu juga ketat dan berat," paparnya.
Menurutnya, banyak modus yang dilakukan demi mendapat KMS. Seperti saat tim validator ke rumah pemohon KMS. “Harta benda disembunyikan atau disingkirkan dulu," sebutnya. (iza/eno)