Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Siswa PKBM Mandiri Kretek Bantul Diwisuda, Ketua DPP FKPKBM Indonesia: Jangan Minder, Lulusan PKBM Ada yang pernah Jadi Menteri..

Meitika Candra Lantiva • Sabtu, 29 Juni 2024 | 20:14 WIB
Prosesi wisuda PKBM Mandiri Kretek Bantul, di Ros In Hotel, Bantul, Minggu (23/6/2024).
Prosesi wisuda PKBM Mandiri Kretek Bantul, di Ros In Hotel, Bantul, Minggu (23/6/2024).

RADAR JOGJA - Sebanyak 66 peserta didik di sekolah non formal Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Mandiri Kretek, Kabupaten Bantul lulus dan diwisuda.

Jumlah tersebut terdiri dari paket A sebanyak 11 siswa, paket B 15 siswa dan paket C jurusan IPA dan IPS masing-masing 20 siswa.

"Alhamdulillah lulus semua," terang Kepala PKBM Mandiri Kretek Bantul Yuli Sutanta, Sabtu (29/6/2024).

Khususnya paket C, lanjut Yuli, sudah ada 13 siswa yang melapor bakal melanjutkan ke perguruan tinggi.

Dari 13 siswa itu, salah satu di anataranya dinyatakan diterima di Universitas Islam Negeri (UIN) Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto atau UIN Saizu.

"Siswa tersebut mengambil jurusan perpustakaan dan telekomunikasi. Sedang 12 lainnya tersebar di perguruan tinggi Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur 1 anak," sebut Yuli.

Menurutnya, minat masyarakat masuk ke sekolah non formal alias kejar paket semakin tinggi. 

Dari pencermatannya, beberapa tahun belakangan pasca pandemi Covid-19 antusiasmen semakin menikat.

Meski acap kali dipandang sebelah mata dan diremehkan, namun stigma dan presepsi itu perlahan pudar.

"PKBM sekarang jadi pilihan," bebernya.

 

Terbukti, PKBM mampu bersaing dengan sekolah formal negeri dan swasta.

"Karena lulusan dari kami ini sudah bisa menunjukkan bahwa anak-anak kejar paket tidak kalah dengan anak-anak sekolah formal. Dari segi akademik, karakter hingga kemampuan berkompetisi," ujar Yuli.

Contohnya, belum lama ini. Siswa paket A mendapatkan juara internasional loba catur junior di Malaysia.

 

Kemudian beberapa waktu lalu, siswa paket A juga berhasil menyabet juara Matematika tingkat nasional diadu dengan anak-anak formal. "Itu paket A kelas 3 lawan paket A kelas 3 juga," ucapnya.

 

Dan masih banyak lagi prestasi-prestasi yang diraih siswa kejar paket.

 

Yuli berharap, tahun ini minat siswa mendaftar di PKBM Mandiri Kretek Bantul semakin tinggi seiring meleburnya stigma buruk tersebut.

Dengan diadakan proses wisuda ini diharapkan mereka semakin percaya diri, dan siap mengemban tugas selanjutnya.

Ilmu yang didapatkan sewaktu sekoah diharapkan menjadi bekal meraih cita-cita.

Sementara itu dalam prosesi wisuda yang digelar sepekan lalu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (FKPKBM) indonesia Suhartono mengungkapkan, kelulusan sejatinya tahapan awal perjuangan menuju masa depan yang lebih baik.

PKBM adalah satuan pendidikan yang memiliki kontribusi besar nilai terhadap indeks pembangunan manusia.

Bahkan setiap desa didorong mengembangkan PKBM untuk memfasilitasi siswa yang putus sekolah (formal) dan inin melanjutkan kesekolah non formal demi pembangunan daerah tertinggal.

"Jangan minder, lulusan sekolah kesetaraan kejar paket ini ada juga yang bisa jadi menteri. Yaitu, ibu Susi Pudjiastuti, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan," jelasnya.

"Beliau lulus dengan ijazah Paket C jurusan IPS, mendaftar di PKBM Bina Pandu Mandiri Pangandaran," tambahnya.

Suhartono berpesan pada mereka yang lulus wisuda agar tidak berkecil hati meski dari lulusan sekolah kesetaraan dan tetap semangat mengejar cita-cita.

"Long live aducation, belajar tak mengenal waktu, usia dan kesempatan," tandasnya.

 

 

 

 

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#ips #kejar paket #paket a #menteri #Susi Pudjiastuti #sekolah non formal #PKBM Mandiri Kretek #indoensia #prosesi wisuda #Paket B #Siswa #DPP FKPKBM #ipa #Bantul #jangan minder #Sekolah #paket c #PKBM Mandiri #Lulusan #Sekolah Kesetaraan #pkbm #wisuda