RADAR JOGJA - Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) DIY menemukan nomor induk siswa nasional (NISN) ganda. Dimiliki oleh puluhan siswa yang akan mendaftar pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA sederajat.
"Kasusnya cukup banyak, sekitar 80 peserta NISN-nya ganda dan sama dengan siswa lain," beber Kepala Bagian Perencanaan Disdikpora DIY Suci Rohmadi Selasa (25/6).
Menurutnya, kasus NISN ganda baru terjadi di tahun ini. "Kasus baru, tentu jadi evaluasi agar tidak terulang," sambungnya.
Penemuan dobelnya NISN ini, katanya, disadari sebelum proses pendaftaran dan seleksi dimulai. Saat proses verifikasi dokumen. Sehingga skema penyelesaian bisa dilakukan. "Jadi masih ada waktu untuk diselesaikan dan dibenahi," ungkapnya.
Dia memperkirakan, situasi tersebut bisa terjadi karena beberapa hal. Antara lain adalah kesalahan sistem saat input data. Atau bisa juga dari pihak SMP/MTs sederajat terkait yang salah melakukan input NISN siswa.
Lebih lanjut, dia juga berpesan baik pada sekolah-sekolah maupun orang tua untuk secara berkala melakukan kroscek. Sebab mereka memiliki peran preventif dini untuk memastikan kebenaran data para siswa. "Sistemnya kan online, jadi harus (orang tua, Red) update dan tidak boleh pasif," pesannya.
Terpisah, Koordinator PPDB Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Jogja Agus Budi Santosa juga membenarkan adanya temuan NISN ganda siswa. “Karena salah input satu angka saja itu berpengaruh dan bisa jadi sama dengan siswa lainnya," ucapnya.
Mengingat NISN tidak pernah berubah. Berlaku sejak siswa duduk di sekolah dasar hingga lulus SMA nantinya.
Perihal skema penyelesaian yang dilakukan Balai Dikmen, adalah dengan menuliskan ulang nama terang siswa. Terlebih kasus yang ditangani oleh Balai Dikmen Jogja tidak banyak. “Hanya ada satu siswa," ucapnya. (iza/eno)
Editor : Satria Pradika