RADAR JOGJA - Usia tak menjadi penghalang bagi kakek berusia 78 tahun asal Purworejo ini untuk terus mengajar. Dia adalah Melan Achmad kerap disapa Mbah Melan. Meski telah pensiun sebagai guru Matematika, semangat mengajarnya hingga kini tak pernah padam.
Sebuah handphone diletakan di belakang papan tulis putih di sebuah rumah di Purworejo. Di sana Melan menerangkan tentang rumus-rumus matematika. Murid-muridnya yang berada di berbagai wilayah Indonesia.
Ya, dia mengajar Matematika melalui live di media sosial Tik Tok. Kini, akun Tik Tok-nya yaitu Mbah Guru Matematika tersebut telah memiliki ratusan ribu pengikut.
"Sudah berjalan sekitar tiga bulan ini. Awalnya ingin membuat bimbel (bimbingan belajar) tapi karena keterbatasan jadi punya ide buat live," katanya Rabu (19/6). Sebelum memutuskan live, sempat membuat video dengan cara direkam. Karena lama dan butuh proses akhirnya muncul ide live Tik Tok.
Melan melakukan live mengajar setiap hari. Dia menyulap ruang tamu rumahnya untuk dijadikan layaknya ruang kelas. Melan memanfaatkan tiga papan tulis kecil sebagai media untuknya mengajar.
Dia dibantu anak dan menantu saat live Tik Tok. Setiap hari ada dua sesi live. “Pukul 16.00 hingga pukul 17.30 dan pukul 19.30 hingga pukil 21.00," katanya.
Adapun materi yang diajarkan mulai dari materi SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Dia juga mengajar soal-soal yang keluar saat ujian CPNS.
Cukup ribet menyiapkan live tetapi hal tersebut bukanlah kendala. Dia sangat menikmati metode belajar itu. Terlebih saat ini anak muda sudah sangat bersahabat dengan gawai. "Kesulitannya ya kalau lampu mati, pulsa habis, tinta habis. Jadi sebelum live harus dipersiapkan dengan baik," imbuh kakek 12 cucu dari lima anak itu.
Tubuhnya sudah tak bugar seperti dulu sebelum pensiun. Namun, dia masih sangat bersemangat untuk mencerdaskan anak-anak Indonesia dengan menyalurkan ilmunya. "Saya sudah pensiun sejak 2003 lalu," ungkap warga Kelurahan Pangenjurutengah, Kecamatan/Kabupaten Purworejo itu.
Diungkapkan, dia telah menjadi guru Matematika sejak 1970 hingga pensiun pada 2003. Tak berhenti di situ, usai pensiun Melan lanjut mengajar Matematika di SMK Institut Indonesia (ii) Kutoarjo sampai 2018.
Soal penguasaan materi sudah tidak dapat diragukan lagi karena sudah banyak menghadapi berbagai jenis soal hingga pergantian kurikulum. "Alhamdulillah senang karena banyak yang menonton dari banyak daerah di Indonesia. Penonton dari Kuala Lumpur juga ada," lanjut alumni Universitas Muhammadiyah Purworejo pada 1981 yang juga lulusan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Jogja pada 1985.
Niatnya sangatlah tulus, hanya ingin mencerdaskan anak bangsa. Dia juga tak mematok biaya bagi para penonton yang mengikuti live mengajarnya. Namun, ada saja yang mengirimnya uang dan hadiah sebagai wujud apresiasi.
Aksinya tersebut tak pernah mendapat penolakan atau ditentang oleh keluarga. Justru, mendapatkan support penuh dari keluarganya karena sebuah kebaikan. "Yang penting mbah senang di usianya sekarang," ujar menantu Melan, Mei Karlina.
Mei menyebut, Melan tak pernah ingin diam. Meski sudah pensiun, dia selalu buka buku setiap hari. "Awalnya mbah ingin buat bimbel, lalu saya sarankan buat video. Saya kan main Tik Tok juga jadi saya sarankan live sharing ilmu," lanjut dia.
Awal live, penonton baru sedikit tetapi Melan tak pernah patah arang. Dia terus bersemangat hingga akhirnya banyak yang menonton dan banyak menuai komentar positif dari warganet. "Semoga dengan live mbah kakung ini, jadi semakin banyak yang terbantu. Semoga mbah selalu sehat dan bahagia," harap Mei. (pra)