Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Masih Banyak Yang Bingung! Balai Dikmen Kota Jogja Layani 20 Siswa per Hari yang Terkendala Sistem Online PPDB

Fahmi Fahriza • Rabu, 19 Juni 2024 | 22:39 WIB

 

Foto petugas Balai Pendidikan Menengah Kota Jogjakarta saat membantu proses pendaftaran siswa yang terkendala
Foto petugas Balai Pendidikan Menengah Kota Jogjakarta saat membantu proses pendaftaran siswa yang terkendala
RADAR JOGJA - Proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA/SMK di kota Jogja kini sedang berlangsung, dan saat ini tengah memasuki periode ajuan akun serta aktivasi token.

Kepala Seksi Layanan Pendidikan Balai Pendidikan Menengah (Balai Dikmen) Kota Jogja Titien Nur Rahmawati mengatakan, bahwa periode ajuan akun sendiri berlangsung sejak 13 hingga 21 Juni besok.

Dikatakan, dalam prosesnya masih banyak ditemui kasuistik para siswa bersama orangtuanya yang kesulitan terkait sistem online PPDB, dan memutuskan untuk datang langsung ke Balai Dikmen.

"Beberapa hari terakhir cukup banyak yang datang, rata-rata sehari 20 siswa bersama orangtuanya," katanya pada Radar Jogja, Rabu (19/6).

Titien menyampaikan, bahwa secara garis besar permasalahan yang dihadapi adalah para orangtua yang belum sepenuhnya relevan dengan sistem online, sehingga perlu panduan atau bantuan secara langsung.

Selain itu, juga ada kasus di mana para siswa melewatkan salah satu alur sehingga perlu bantuan dari Balai Dikmen.

"Sebelum ajuan akun ini ada periode verifikasi dokumen, itu cukup banyak yang terlewat dan akhirnya kami bantu," ungkapnya.

"Verifikasi dokumen itu deadline awalnya 6 Juni, karena ada kebijakan perpanjangan, jadi bisa sampai 21 Juni, sama dengan deadline ajuan akun," sambungnya.

Ia membeberkan, jika sudah terlewat dari tanggal 21 Juni dan siswa belum melakukan verifikasi dokumen hingga ajuan akun, maka bisa dipastikan siswa tersebut gugur dan tidak bisa melanjutkan pendaftaran ke sekolah negeri.

"Ada aturan dan timeline juga, kalau kelewat dari tanggal 21, dipastikan gagal dan harus mendaftar ke swasta," paparnya.

Salah satu orangtua yang datang ke Balai Dikmen adalah Emma Ariani bersama sang anak Nasywa Salsabila Fauziah, Emma mengaku bahwa sang anak telat untuk melakukan verifikasi dokumen, sehingga perlu dibantu oleh Balai Dikmen.

"Telat verifikasi kemarin, tapi kami cari info dan bisa diverifikasi, tapi harus datang langsung ke sini," bebernya.

Diakuinya, salah satu alasannya yang membuatnya telat melakukan verifikasi adalah faktor PPDB yang sepenuhnya online dan proses sosialisasi yang dirasa belum cukup masif.

"Sosialisasi dari pihak sekolah juga tidak terlalu banyak, jadi orangtua dan siswa harus inisiatif cari info sendiri," ujar perempuan asal Suryatmajan ini.

"Tapi alhamdulilah sekarang sudah lancar, dan siap untuk mendaftar tanggal 24 besok," tandasnya.

Editor : Bahana.
#PPDB Jogja #Kota Jogja #ppdb online #PPDB #Online