RADAR JOGJA - Pengumuman hasil ujian seleksi nasional berdasarkan tes (SNBT) 2024/2025 resmi diumumkan serentak pukul 15.00 Rabu (13/6). Di UGM, dari total 18.726 peserta yang mendaftar di jalur ini, hanya 2.824 lolos.
"UGM tahun ini menerima 10.372 mahasiswa baru, untuk jalur SNBT kuotanya 30 persen atau 2.824," beber Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM Wening Udasmoro.
Bagi mahasiswa program sarjana dan sarjana terapan yang lolos, kata Wening, harus mempersiapkan dokumen untuk diunggah saat registrasi. Sedangkan bagi calon mahasiswa yang memilih Uang Kuliah Tunggal Pendidikan Unggul (UKT PU), diharuskan menyiapkan dokumen lainnya. Seperti Kartu Keluarga (KK) asli, kartu perlindungan kesehatan seperti BPJS atau kartu Indonesia sehat dan kartu asuransi kesehatan.
Selain itu, calon mahasiswa yang memilih UKT PU, turut difasilitasi untuk melakukan tes bebas penyalahgunaan NAPZA. Khusus di Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM atau Gadjah Mada Medical Center (GMC). "Untuk tes kesehatan sendiri dilakukan pada 13-27 Agustus 2024," paparnya.
Wening juga menjelaskan skema bagi calon mahasiswa pendaftar Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah). Mereka diharuskan untuk menyertakan bukti pendaftaran KIP-Kuliah. "Juga perlu surat pernyataan kesediaan membayar UKT, bila pendaftaran KIP-Kuliah tidak memenuhi persyaratan," tuturnya.
Wening juga menambahkan, bagi calon mahasiswa yang belum diterima lewat jalur SNBT, masih ada kesempatan di jalur lain. "Bisa ikut jalur International Undergraduate Program (IUP) gelombang tiga," bebernya.
Terpisah, seorang peserta yang diterima lewat jalur SNBT UGM adalah Raka Ardiansyah. "Senang dan bahagia sekali, walaupun sudah menyiapkan plan B juga kalau gagal SNBT," serunya.
Raka memaparkan, dia diterima di pilihan pertama, yakni Ilmu Geografi. "Persiapannya beberapa bulan, ikut les dan rutin ujian soal juga," lontarnya. (iza/eno)