RADAR JOGJA – UGM berkomitmen akan memperluas akses pemerataan seleksi bagi calon mahasiswa baru (maba). Termasuk juga untuk mahasiswa disabilitas serta mahasiswa dari wilayah terluar di Indonesia. Diwujudkan melalui jalur Penelusuran Bibit Unggul Wilayah Afirmasi dan Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
"Karena itu, dimungkinkan untuk tahun-tahun mendatang UGM akan membuka tes di banyak daerah," ungkap Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM Wening Udasmoro usai monitoring evaluasi (monev) dan kunjungan ke lokasi pelaksanaan Ujian Mandiri (UM) UGM Rabu (12/6).
Direncanakan, UGM akan merancang kemungkinan tes UM UGM di Papua. “Ini membuka kesempatan lebih luas bagi siswa-siswa Papua yang ingin kuliah di UGM," sebutnya.
Selain itu, UGM di tahun yang akan datang akan melakukan proses wawancara melalui Zoom sebagai bagian dari proses seleksinya. "Hal ini penting dilakukan, untuk mengukur kemantapan calon mahasiswa yang akan kuliah di UGM," bebernya.
Direktur Pendidikan dan Pengajaran UGM Gandes Retno Rahayu menambahkan, mahasiswa yang akan diterima melalui jalur seleksi UM adalah 40 persen. “Baik melalui UM UGM CBT atau melalui Penelusuran Bibit Unggul," sebutnya. (iza/eno)
Editor : Satria Pradika