RADAR JOGJA – Nilai rerata Asemen Penilaian Daerah (ASPD) 2024 sudah keluar. Satu sekolah pinggiran masuk empat besar dengan nilai ASPD tertinggi. Yakni SDN Wonolagi, Playen.
Kepala Disdik Gunungkidul Nunuk Setyowati menjelaskan, sekolah ini hanya memiliki empat siswa. Memperoleh rata-rata literasi membaca 80,63, literasi numerasi 51,67, dan literasi sains 71,43.
Kemudian nilai rerata tertinggi di tingkat SD ini, diperoleh SD Kanisius Pulutan, Wonosari. Jumlah peserta ujian 12 anak, nilai rerata literasi membaca 85,00, literasi numerasi 59,72, dan literasi sains 76,90.
Disusul SDN Banyubening III Karangmojo dengan 17 siswa. Rerata literasi membaca 74,71, literasi numerasi 70,00, dan literasi sains 68,07. Urutan ketiga SD Al Mujahidin Wonosari dengan 136 peserta. Memperoleh rerata literasi membaca 81,85, literasi numerasi 51,08, dan literasi sains 71,72. SDN. “Kami terus berupaya untuk terus meningkatkan nilai rerata ASPD di setiap tahunnya,” katanya Rabu (12/6).
Kemudian ASPD jenjang pendidikan SMP nilai rerata tertinggi dicapai SMP TQS Assalam Tepu. Rata-rata literasi baca 62,14, literasi numerasi 81,79, literasi sains 67,05. Disusul SMPN 1 Wonosari nilai rerata literasi baca 65,36, literasi numerasi 53,4, literasi sains 52,65. SMP Islam Al Azhar 38 Wonosari nilai retara baca 67,04, numerasi 50.28, dan sains 48,33, SMP Muhammadiyah Al Mujahidin nilai rerata literasi baca 64,06, numerasi 45,68, dan sains 49,03.
Sementara itu, Kepala Disdikpora Bantul Nugroho Eko Setyanto menyebut, rerata ASPD di Bumi Projotamansari tidak berbeda jauh dari tahun ajaran sebelumnya.
ASPD jenjang SD tahun ini diikuti 13.451 siswa, dengan nilai rata-rata 60,47. Lebih rendah dibanding tahun lalu yakni rata-rata nilai 60,85. Kemudian ASPD SMP diikuti 10.985 siswa, nilai rata-rata mencapai 43,50. Sedikit meningkat dari tahun lalu yang nilai rata-rata 42,21.
“Prinsipnya harus ada evaluasi untuk meningkatkan nilai agar lebih baik lagi,” katanya.
Menurutnya, sejumlah upaya telah dilakukan untuk meningkatkan nilai ASPD tahun ini. Hanya diakui, perlu evaluasi karena hasil yang keluar baik jenjang SD maupun SMP tahun ini tidak beda jauh dengan tahun lalu.
“Ke depan kami akan membuat try out yang paling sesuai dengan ASPD,” ujarnya. (gun/eno)
Editor : Satria Pradika