RADAR JOGJA - Ratusan siswa SD hingga SMA sederajat se-Kabupaten Gunungkidul melakukan manasik haji. Seluruhnya mengenakan pakaian serba putih berjalan mengelilingi miniatur Ka’bah. Kegiatan itu sebagai salah satu bentuk implementasi profil pelajar rahmatan lil’alamin, sebagai penanaman nilai-nilai modernisasi beragama.
Pelaksana harian Plh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Gunungkidul Supriyanto mengatakan simulasi manasik haji diikuti oleh perwakilan pelajar setingkat SD hingga SMA wilayah Kabupaten Gunungkidul.
“Kegiatan simulasi manasik haji diikuti oleh 900 pelajar,” kata Supriyanto usai kegiatan di Lapangan Kesatrian Wonosari Rabu (12/6).
Dia menjelaskan, simulasi manasik haji dilatarbelakangi beberapa hal penting. Pertama, ini merupakan program inovasi Kankemenag Gunungkidul. Kedua, bentuk implementasi pelaksanaan kurikulum merdeka.
“Pelaksanaan ini sekaligus untuk menghormati dan memperingati bulan haji yang jatuh pada 9 Dzulhijjah,” ucapnya.
Jangka panjang, lanjutnya, kegiatan tersebut juga sebagai upaya untuk mendorong guru maupun siswa agar dapat melaksanakan ibadah haji ke tanah suci Mekkah. “Harapan kami kegiatan serupa dapat terlaksana di tahun-tahun berikutnya,” ucapnya.
Sementara itu siswi yang ikut serta Yuliana Pratiwi mengaku, manasik haji pertama kali diikutinya. Meski banyak bercanda dengan teman-temannya, dia merasa haru dalam prosesnya. “Begitu melihat Ka’bah ini rasanya ingin menangis nggak tahu kenapa,” katanya. (gun/eno)
Editor : Satria Pradika