RADAR JOGJA - Disdikpora DIY mengimbau orang tua (ortu) untuk rutin mengecek alur pendaftaran PPDB. Meskipun PPDB Jogja baru dimulai 24 Juni mendatang, namun serangkaian alur persiapan telah dilakukan.
Kepala Bagian Perencanaan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) DIY Suci Rohmadi mengatakan, alur PPDB telah dimulai sejak pertengahan Mei. Dimulai dari Asesmen Standardisasi Pendidikan Daerah (ASPD). "Setelah ASPD ada input data, cek NIK, verifikasi dokumen, sampai pendataan radius tempat tinggal," katanya Selasa (11/6).
Saat ini, pun sudah memasuki alur pengajuan akun dan aktivasi PIN. “Sampai 21 Juni mendatang," sambungnya.
Rohmadi menuturkan, seluruh rangkaian PPDB dilakukan dengan sistem online. Sehingga wajib hukumnya bagi calon pendaftar ataupun orang tua untuk selalu update dan melakukan pengecekan berkala.
Dikatakan, pengecekan tersebut berguna untuk tahu secara rinci alur hingga tanggal pendaftaran. Agar tidak tertinggal atau terlewat.
"Kami temui beberapa kasus calon pendaftar lupa atau ketinggalan salah satu alur. Itu kejadian yang hampir selalu ada setiap tahun," ungkapnya.
Jika pendaftar tidak mengikuti rangkaian alur sesuai yang sudah ditetapkan, maka langkahnya akan terhenti.
"Ini kan online based, tersistem dan ada jadwalnya. Kalau mereka kelewat ya sudah, kami juga tidak bisa bantu," tuturnya.
Disdikpora DIY sendiri sudah membuat modul hingga alur pendaftaran PPDB. Bisa diakses melalui website resmi Disdikpora DIY. Selain itu beberapa upaya lain juga turut dilakukan, salah satunya adalah dengan aktif memberikan sosialisasi.
"Tidak kurang-kurang, kami jemput bola dan datang langsung ke masyarakat," paparnya.
Namun dalam praktiknya, masih ada orang tua yang datang ke kanotr dinas. "Kami lihat apa kendalanya, jika memang bisa dibantu dan diselesaikan, akan kami bantu," tuturnya.
Terpisah, orang tua yang anaknya hendak masuk SMA adalah Nurida Qomariyah mengaku cukup bingung dengan skema pendaftaran PPDB. Apalagi dia update dalam menggunakan gawai. "Kan ini online semua," keluhnya.
Meski demikian, dia tetap bertanya dan berdiskusi dengan orang tua siswa lain. Bahkan meminta arahan kepada kenalan yang berprofesi sebagai guru. "Akhirnya dibantu sama keponakan buat daftar, sejauh ini masih lancar saja," ungkap warga Cokrokusuman ini. (iza/eno)
Editor : Satria Pradika