RADAR JOGJA - Meski menyandang status sekolah Islam Terpadu (IT), tapi sekolah IT Ibnu Abbas di bawah Yayasan Islam Cahaya Hati ini berbeda. Karena lokasinya yang bukan berada di pusat kota.
Tapi justru di daerah-daerah pinggiran. Tapi kini total jumlahnya sudah mencapai 74 sekolah.
"Karena kami ingin juga supaya warga di pedesaan merasakan pendidikan IT," kata Ketua Panitia Wisuda Sekolah Ibnu Abbas Salisah Inganah di sela wisuda siswa sekolah IT Ibnu Abbas di Sportorium UMY Minggu (9/6).
Mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) IT, Raudhatul Athfal, Sekolah Dasar (SD) IT, Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) IT. Wisuda kali ini diikuti total 840 siswa. Dari 72 sekolah IT Ibnu Abbas. Terdiri dari 671 siswa TK IT dan RA, 150 siswa SD IT dan MI serta 19 siswa SMP IT.
Sesuai dengan namanya, semua sekolah IT Ibnu Abbas menekankan pada pendidikan agama Islam. Dengan target untuk siswa kelas enam harus hafal juz 29 dan 30 Alquran sebagai salah satu syarat kelulusan.
Karena itu di sekolah memiliki kelas Tahfiz. Para siswa akan dikelompokkan dalam beberapa kelas. Untuk setor hafalan surat. "Ada kelas murojaah, ada jam khusus untuk Tahfiz seminggu dua kali," tuturnya.
Meskipun begitu, bukan berarti sekolah IT Ibnu Abbas melupakan pendidikan umum. Terbukti dalam assessmen standarisasi pendidikan daerah (ASPD) lalu, ada siswa di SDIT Ibnu Abbas yang memperoleh nilai hingga 89,09.
Bahkan rerata nilai ASPD di tiap sekolah mencapai 8. "Dibanding tahun lalu ada sedikit penurunan dan itu yang akan kami evaluasi," katanya.
Editor : Heru Pratomo