RADAR JOGJA – Tim Semar UGM siap memecahkan rekor baru di ajang Shell Eco-Marathon Asia-Pasifik dan Timur Tengah 2024 Juli mendatang. Pada musim 2023 lalu, tim ini telah mencetak dua rekor sekaligus. Satu di kategori Prototype Battery Electric oleh Semar Proto dengan rekor 779,6 km/kWh, dan yang lainnya di kategori Urban Concept Hydrogen Fuel Cell oleh Semar Urban dengan rekor luar biasa 276,4 km/m3.
Perwakilan Project Management Semar Proto UGM David Riyanto mengatakan, kendaraan Prototype Electric sudah mengikuti lomba sejak 2018. "Namun saat ini kami sedang mengembangkan mobil konsep urban yang mirip dengan ordinary city car ditenagai listrik," kata David Rabu (5/6).
Manufaktur waktunya relatif pendek. Yakni sekitar 1-1,5 tahun selesai. Namun riset dan perencanaan produk membutuhkan waktu lama. Karena harus mempertimbangkan banyak hal dari segi fungsionalitas dan efisiensi. "Mobil listrik yang kami kembangkan sangatlah efisien," ujarnya.
Bahkan sampai sekarang, masih memegang rekor untuk mobil listrik terefisien di Asia dan Timur Tengah dengan rekor 884 km/kWh.
"Mobil kami terbuat dari full carbon fiber yang membuatnya sangat ringan, hanya 27 kilogram saja, dan menjadikannya sangat irit," ungkapnya.
Event Shell Eco-Marathon 2024, prototype electric generasi sekarang berbeda dibanding generasi sebelumnya. "Sekarang kita sedang bereksperimen dengan gear ratio yang berbeda sehingga kita bisa menemukan ratio yang tepat guna meningkatkan efisiensi," rincinya.
Efisiensi untuk mencapai mileage (jarak tempuh) terbaik. Yaitu meningkatkan jarak yang dapat ditempuh oleh kendaraan per konsumsi kWh. Tim Semar juga mengembangkan controller baru pada generasi prototype 2024.
"Ya bisa dibilang kita mencari konfigurasi yang jauh lebih efisien lagi," bebernya.
Sementara itu, Pemimpin Tim Semar UGM Muhammad Fikri Wahyudi menyampaikan, tim tengah membidik pencapaian baru dengan pola pikir bahwa langit tidak memiliki batas.
"Semar UGM berdedikasi untuk mendorong batas lebih jauh lagi, dengan tujuan menerapkan desain mobil ramah lingkungan mereka ke jalan raya dunia nyata," ungkapnya. (gun/eno)
Editor : Satria Pradika