RADAR JOGJA - Masih banyak nak muda yang punya kepedulian pada pendidikan kelompok marjinal. Bahkan angkatannya kini sudah mencapai ke-13. Apa saja yang mereka lakukan?
FAHMI FAHRIZA, Jogja
Gaung komunitas sekolah marjinal (KSM) Yogyakarta sebagai entitas yang berfokus pada advokasi dan pendidikan kaum marjinal semakin luas dan masif. Dibuktikan dengan banyaknya relawan baru yang tergabung dalam KSM.
Partnership KSM Shindy Ainun mengatakan, tercatat ada 125 relawan baru yang sudah bergabung dan akan terlibat dalam serangkaian kegiatan berbasis sosial, edukasi KSM ke depan. "Ini ada 125 relawan baru dan sebagian besar dari kalangan mahasiswa, ini adalah batch ke-13 relawan KSM," katanya, Kamis (23/5).
Sebagai seremonial bergabungnya para relawan, KSM sendiri menggelar pembekalan yang berisi pengetahuan dasar tentang ranah gerak dan fokus KSM, mulai dari sejarah, visi misi, AD/ART, SOP, hingga program kerja KSM untuk batch-13. "Ini untuk memberi pandangan ke relawan tentang kondisi masyarakat terpinggirkan. Relawan juga diberi pelatihan awal sesuai dengan divisinya masing-masing," ungkapnya.
Shindy mewakili KSM berharap, hadirnya para relawan tersebut bisa menyebarluaskan kehadiran KSM kepada publik secara lebih luas. Selain itu ia berharap bahwa akan banyak program-program baru yang dijalankan dengan adanya relawan tersebut. "Besar harapan kami relawan baru siap mengikuti kegiatan-kegiatan selanjutnya di KSM," sebutnya.
Sementara itu, salah seorang relawan Ferisha Hani Al Mukty menuturkan, secara umum ia memang memiliki ketertarikan pada isu-isu sosial. Sebelumnya ia juga pernah menjadi relawan pada salah satu yayasan kanker."Aku ingin lebih bermanfaat buat banyak orang, dan aku yakin KSM bisa jadi wadah buat itu," lontarnya.
Hani sendiri optimistis, dengan banyaknya relawan yang memiliki latarbelakang pendidikan formal beragam, hal tersebut bisa membantu progam KSM, utamanya dalam aspek pendidikan pada anak-anak yang termarjinalkan.
"Bisa baca banyak buku itu salah satu privilege aku selama ini. Aku ngerasa kalo semua aku simpen sendiri kurang berguna, jadi aku pengen berbagi sebisaku," tandasnya. (pra)
Editor : Satria Pradika