RADAR JOGJA - Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (UPNVY) jadi salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) yang menambah golongan uang kuliah tunggal (UKT). Hal itu ditujukan bagi para mahasiswa baru periode 2024/2025.
Sub Koordinator Biro Humas dan Kerjasaman UPNVY Panji Dwi Ashrianto menerangkan, sebelumnya UPN mengklasifikasi UKT mahasiswa dalam delapan golongan. Namun mulai 2024 ini akan dua penambahan golongan. "Sekarang total ada 10 golongan UKT, masing-masing prodi berbeda besarannya," katanya, Kamis (23/5).
Secara umum, besaran UKT di golongan satu atau golongan paling rendah masih sama. Yakni berada di angka Rp 500.000. Sementara, saat masih menetapkan delapan golongan, UKT tertinggi ada di prodi Teknik Perminyakan dan Teknik Pertambangan yang masing-masing memiliki besaran UKT Rp 11.649.000.
Saat ini, setelah adanya dua penambahan golongan UKT, Teknik Perminyakan dan Teknik Pertambangan juga masih menjadi prodi dengan UKT tertinggi di UPN, yakni senilai Rp 16.773.000. "Untuk UKT memang ada kenaikan, hal ini mengikuti kenaikan biaya kuliah tunggal," terangnya.
Panji menyatakan, adanya skema penambahan UKT tersebut juga sudah disampaikan UPN kepada para civitas akademika. Termasuk kepada orang tua dan calon mahasiswa baru. "Kami publish dari sebelum pendaftaran, agar calon mahasiwa baru bisa mengetahui sejak awal," sebutnya.
Terpisah, salah satu calon mahasiswa baru yang saat ini sedang menunggu hasil seleksi nasional berbasis tes (SNBT) adalah Shafira Aisa Putri. Dia mengaku peningkatan UKT yang terjadi juga menjadi salah satu hal yang dikhawatirkan olehnya. "UKT kampus negeri naik, swasta juga mahal, saya khawatir dan kasihan juga ke orangtua," bebernya.
Jika memang dirinya tidak lolos melalui jalur SNBT, maka ia akan mencoba untuk mengikuti seleksi mandiri. Lalu saat dikonfirmasi apakah terpikir untuk beralih ke kampus swasta, ia sendiri belum memikirkan lebih jauh. "Satu-satu dulu, misal SNBT belum rezeki nanti ikut mandiri, kalau tidak lolos juga belum tau," lontarnya.
"Kemungkinannya antara gap year (Rehat) dulu, atau ke swasta, tapi belum ngobrol banyak juga sama orangtua," tutur perempuan yang menargetkan jurusan manajemen tersebut (iza/pra)