RADAR JOGJA - Sebanyak 20 alay mitigasi kebencanaan dipamerkan di The Marketplace Inovasi dan Industrialisasi Peralatan Kebencanaan Senin (20/5). Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan Asian Disaster Management and Civil Protection Expo and Conference (ADEXCO) dan Sekolah Vokasi (SV) UGM.
Direktur Operasional ADEXCO Andrian Cader menyebut, beberapa alat kebencanaan yang ditampilkan dalam pameran seperti alat peringatan dini gempa. Kemudian alat penghitung volume air guna mitigasi banjir hingga meja tahan gempa.
Menurutnya, banyak dari alat tersebut yang memang fungsional dan juga dibutuhkan. Dari 20 peserta yang ada, akan dipilih lima peserta terbaik untuk mengikuti pameran di Jakarta pada September. "Nantinya akan ada buyer dan stakeholder potensial yang kami pertemukan dengan para kreator alat ini," ungkapnya.
Sementara Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Lilik Kurniawan berharap, adanya alat-alat kebencanaan bisa berdampak positif dalam mencegah. Atau setidaknya melakukan peringatan dini saat bencana terjadi. "Kita belum sepenuhnya maksimal terkait pengadaan alat," ungkapnya.
Menurutnya, peralatan kebencanaan memiliki market yang cukup spesifik. Yakni institusi pemerintah maupun perusahaan yang bersinggungan langsung dengan daerah rawan bencana. "Misal perusahaan tambang itu butuh alat deteksi dini gempa," paparnya. (iza/eno)