RADAR JOGJA - Universitas Widya Mataram (UWM) kini tengah mencanangkan banyak target yang cukup spesifik. Mulai dari rencana pembukaan program studi baru, hingga membentuk satgas satuan tugas pencegahan dan penanganan kekerasan seksual (Satgas PPKS).
Rektor UWM Edy Suandi Hamid mengatakan, program studi yang akan dibuka adalah
Magister Manajemen. Selain itu, kampus juga akan melakukan ekspansi kerja sama dengan perguruan tinggi di luar negeri.
Dikatakan, bahwa sebelumnya UWM telah menjalin kerja sama dengan Northern Illinois University (NIU) Amerika Serikat dan University of Kuala Lumpur (UniKL) Malaysia. Ke depannya UWM juga tengah menyusun pertemuan dengan salah satu universitas di Thailand.
Edy memaparkan, bahwa bentuk kerjasama internasional yang bisa dijalin antara lain adalah riset kolaborasi, publikasi bersama, hingga staff development. Seperti mendelegasikan dosen UWM untuk melanjutkan S3 ke luar negeri. "Kami juga lakukan kuliah tamu dari dosen asing, program MBKM ke luar negeri, hingga pertukaran dosen dan mahasiswa," tuturnya kemarin (14/5).
UWM kini tengah membentuk satgas PPKS. Dikatakan bahwa satgas tersebut penting untuk ada di lingkup pendidikan karena banyak kasus kekerasan seksual yang berpotensi terjadi di lingkungan kampus. Dan UWM sendiri merasa perlu untuk menangani permasalahan tersebut. "Itu hal yang penting sehingga kami bentuk satgas PPKS. Kami juga sudah menggelar seminar untuk itu, dan sekarang juga sudah ada payung hukumnya," serunya.
Lebih lanjut, menyoal kolaborasi internasional, Wakil Rektor I UWM Desy Ayu Krisna turut menyoroti pentingnya kerja sama dengan universitas di Thailand. Terlebih dengan adanya kemiripan budaya dengan Jogjakarta. "Di Jogja maupun Thailand itu sama-sama dekat dengan kesultanan, kerajaan. Jadi harapannya kerja sama tersebut bisa segera terealisasi," harapnya.
Dia juga berharap, agenda pertemuan yang direncanakan akhir Mei ini bisa berlangsung lancar dengan hasil positif bagi kedua belah pihak.
"Semoga bisa ada MoU yang nanti dijalin dan kolaborasinya bisa segera berjalan," tandasnya. (iza/eno)
Editor : Satria Pradika