RADAR JOGJA - Pementasan teater yang unik dan menarik akan dilangsungkan di ISI Yogyakarta pada Sabtu (25/5/2024). Meskipun hanya menampilkan teater Timun Mas, namun pengemasannya disebut tidak biasa. Karena dikemas dalam dunia gim.
Sutradara pementasan Juyez Dardo mengatakan, agenda kesenian itu merupakan kolaborasi antara Komunitas Sakatoya dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teater ISI Yogyakarta. Menurutnya, pementasan teater Timun Mas merupakan adaptasi cerita rakyat dari Jawa Tengah oleh penulis Darryl Haryanto.
Sebagai sutradara, Juyez akan bekerja sama dengan Evi Bahira sebagai make up designer, Jansen Goldy sebagai artistic designer atau skenografer, dan Dennis Iskandar sebagai costume designer. "Timun Mas akan menghadirkan pertunjukan yang mengangkat cerita rakyat dan dikemas dalam dunia gim (role play game)," paparnya, Selasa (14/5/2024).
Menurutnya, dukungan teknologi dan kemajuan media dalam pertunjukan teater khususnya, menjadi elaborasi yang segar. Dia menyampaikan, Timun Mas akan mempertunjukan ke dalam visual yang baru atau ke dalam pertunjukan yang korelatif di era sekarang. Meskipun diketahui, cerita rakyat Timun Mas itu sendiri memiliki genre adventure, battle, ada misi. "Nah dari hal itu lah aku kemas dalam visual dunia gim," imbuhnya.
Sementara itu, pimpinan produksi pementasan Miftahul Maghfira Simanjuntak menambahkan, cerita rakyat dapat pahami sebagai upaya leluhur untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan. Itu karena secara turun-temurun, cerita rakyat diturunkan kepada generasi selanjutnya. Meski disadari, tidak sedikit cerita tutur yang sudah dituliskan demi dapat bertahan lama, tidak luntur lalu perlahan dilupakan.
Atas dasar itu lah indikator pendukung adanya pementasan Timun Mas. Dia mengutarakan, pementasannya akan dilakukan di Gedung Serbaguna ISI Yogyakarta ogjakarta pada Sabtu 25 Mei 2024 pukul 19.30. "Pertunjukan ini bisa ditujukan untuk semua kalangan khususnya remaja 13 tahun ke atas atau anak-anak dengan didampingi oleh orang tua. Pertunjukan ini tetap penuh amanat dan experience baru," tandasnya. (rul/eno)
Editor : Satria Pradika