RADAR JOGJA - Tidak semua sekolah, terutama swasta memiliki sarana dan prasarana lengkap pendukung Asesmen Standardisasi Pendidikan Daerah (ASPD). Agar ujian berbasis komputer terlaksana dengan baik, ASPD dilaksanakan per sesi.
Kepala Dikpora Bantul Nugroho Eko Setyanto mengatakan, tidak ada larangan untuk sekolah menyesuaikan kemampuan selama ASPD. Khususnya dalam hal ketersediaan perangkat komputer bagi seluruh siswa. "Bisa dibuat beberapa sesi. Sesi satu, dua tiga, gantian," jelasnya.
Selain itu, dinas juga telah bersurat ke PLN untuk tidak adanya pemadaman listrik selama masa ASPD. Yakni unutuk jenjang SMP sederajat yang dimulai 13-15 Mei, dan ujian susulan 20-21 Mei. "Untuk jenjang pendidikan SD sederajat ujian dilaksanakan 20-23 Mei. Ujian susulan 27-29 Mei," rincinya.
Agar ujian online tersebut memiliki akses internet yang stabil, setiap sekolah telah didukung oleh teknisi. "Jika sewaktu-waktu dibutuhkan segera turun langsung," ucapnya.
Sementara itu, Kepala SD Kanisius Kembaran Ridwan Rahadiyanto mengatakan, ujian sekolah berakhir kemarin (14/5). Kemudian pekan depan, siswa akan mulai mengikuti ASPD.
Ridwan berharap, kerawanan pemadaman listrik dapat diantisipasi. "Memang ada juga kendala komputer dari kami. Mudah-mudahan dari dinas bisa membantu," ujarnya. (gun/eno)
Editor : Satria Pradika