RADAR JOGJA - Mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UNY Media Febri Nugrahani menggagas pembelajaran interaktif. Lewat Laga Kartun atau Ular Tangga Sopan Santun.
"Ini diterapkan di SDN Sendangharjo, Sleman untuk menyelesaikan tugas akhir skripsi," katanya kemarin (8/5).
Tercetusnya pembelajaran ini karena berawal dari observasi penggunaan bahasa siswa yang kurang santun. Beberapa siswa, tidak pernah mengucapkan kata tolong saat meminta bantuan. Bahkan tidak meminta maaf saat melakukan kesalahan kepada teman. “Hal ini dapat menimbulkan pertengkaran," ucapnya.
Selain itu, para siswa SD yang berbicara menggunakan kata yang kasar. Sehingga tercetus ide membuat mainan edukatif yang disesuaikan dengan usia mereka. "Metode permainan diharapkan bisa mendorong siswa aktif ikut kegiatan pembelajaran, karena siswa SD senang bermain," ungkapnya.
Lewat permainan ini, diharapkan pembelajaran kesantunan bisa lebih membekas. Sehingga siswa bisa membiasakan dan menerapkannya di kehidupan sehari-hari.
Dalam game Laga Kartun tersebut, ada kartu berisi panduan kesantunan berbahasa yang halus. Setiap pertanyaan, harus dijawab oleh pemain. "Ada juga kartu motivasi berisikan materi kesantunan yang harus dibacakan oleh siswa," ucapnya.
Lebih lanjut, Febri menjelaskan, bahan yang dibuat adalah tempat permainan ular tangga menggunakan banner selebar 1,6x2,5 meter dengan jumlah petak 35 berukuran 30x30 centimeter.
Buku panduan bermain sendiri terdiri dari dua bagian. Pertama untuk siswa yang berisi tata cara permainan, sedangkan bagian kedua untuk guru yang berisi tata cara sekaligus jawaban.
"Fungsi dadu di game ini sama seperti ular tangga umumnya, angka dadu menentukan jumlah langkah pemain. Siswa jadi penanda permainan," bebernya. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita