Seremonial sekaligus uji coba tersebut dilangsungka di Balairung, Gedung Pusat UGM, Rabu (8/5).
Rektor UGM Prof Ova Emilia mengapresiasi hibah 3 bus listrik yang diberikan oleh Kementerian Investasi/BKPM tersebut.
Dikatakan, pemberian bus listrik tersebut sangat bermanfaat bagi civitas akademika UGM, untuk mendukung penurunan emisi karbon dengan mengadopsi kendaraan ramah lingkungan di lingkup universitas.
"Hibah bus listrik ini penting untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan UGM sebagai green campus," katanya.
Ova mengungkapkan, sebelum mendapat tambahan 3 unit bus baru, UGM telah memiliki 2 unit bus listrik yang sudah beroperasi sejak April 2022 lalu.
Adapun, kedua bus yang sudah ada tersebut diakuinya masih sangat kurang, dengan adanya penambahan tersebut diyakininya akan sangat bermanfaat.
"Tambahan 3 unit bus ini sangat membantu dalam memfasilitasi layanan transportasi bagi civitas akademika di lingkup UGM," sebutnya.
"Target kami setidaknya ada 10 bus, yang menghubungkan mobilitas mahasiswa antar fakultas," imbuhnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Kerjasama Penanaman Modal Kementerian Investasi Riyatno menyampaikan, bahwa hibah bus listrik kepada UGM juga sejalan dengan kebijakan dari pemerintah dalam hal mengembangkan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia.
Diakuinya, pemerintah secara konsisten juga terus mendorong ekonomi hijau dan rendah karbon sebagai salah satu strategi dalam mewujudkan transformasi ekonomi Indonesia, sektor pendidikan tinggi disebutnya juga jadi sektor penting yang perlu mendukung program tersebut.
"Salah satu target dj sektor energi adalah mencapai Nol Emisi Karbon pada 2060 dengan penggunaan kendaraan listrik, baik untuk komersial atau kendaraan pribadi," terangnya.
Riyatno juga memaparkan, bahwa secara akumulatif jumlah cadangan persediaan nikel Indonesia yang setara dengan 23 persen cadangan di dunia sangat mendukung pengembangan ekosistem industri baterai listrik di Indonesia.
Lebih lanjut, ia menyebut dukungan pemerintah lainnya juga dibuktikan dengan memberi berbagai insentif seperti tax holiday bagi produsen selama 20 tahun, super tax deduction hingga 300 persen dan pembebasan PPN atas impor dan perolehan barang modal berupa mesin dan pabrik untuk kendaraan bermotor.
Ia menambahkan, bahwa VKTR juga sangat membuka diri pada mahasiswa maupun alumni UGM sebagai young talented engineer untuk melakukan magang ataupun bergabung dengan perusahaannya.
"Kami terbuka untuk berkolaborasi lebih lanjut dengan para civitas UGM, hal tersebut juga sudah dilakukan selama ini, salah satunya lewat program magang," tandasnya.