Meskipun masih dirawat di RS Semen Gresik karena Demam Berdarah Dengue (DBD).
Dia tetap ngotot mengikuti UTBK SNBT di Kampus Unesa Lidah Wetan pada Minggu (5/5). Saat mengikuti ujian Infus pun masih terpasang di punggung tangan kirinya.
Dilansir dari Jawa Pos, Razzaq sudah mempersiapkan diri jauh-jauh hari untuk UTBK SNBT. Dia termotivasi oleh banyak orang yang mendukungnya, seperti guru, teman, dan orang tua.
Dia tidak ingin menyerah dan ingin memberikan hasil terbaik, maka dari itu walaupun dia sedang sakir DBD di berusaha untuk tetap mengikuti ujian.
Meskipun dokter tidak memperbolehkan Razzaq melakukan kegiatan berat karena kondisinya, dia tetap bersikukuh mengikuti ujian.
Dengan beberapa syarat yang harus di lakukan, termasuk juga dengan adanya bantuan pendampingan perawat supaya tetap aman, Razzaq pun setuju dan dokter akhirnya mengizinkannya.
Muhammad Fathurrahman, yang merupakan seorang perawat dan bertugas mendampingi Razzaq, perawat ini ditugaskan supaya Razzaq tetap bisa mengikuti ujian dengan baik.
Dia selalu memantau Razzaq dan memberikan obat penurun panas jika diperlukan selain itu juga memasangkan infus unruk Razzaq.
Razzaq merasakan gejala DBD saat sedang berlatih soal UTBK.
Dia terpaksa berhenti latihan dan pergi ke rumah sakit. Hasil tes menunjukkan bahwa dia terkena DBD dan harus dirawat di RS Semen Gresik.
Meskipun dirawat di rumah sakit, Razzaq tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mengikuti UTBK SNBT. Dia terus belajar dan mengerjakan latihan soal agar bisa memberikan hasil terbaik saat ujian.
Editor : Bahana.