Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jurnalistik Goes to School Sambangi SD Muhammadiyah Al Mujahidin Gunungkidul, Guru Belajar soal Penulisan Berita dan Fotografi

Gunawan RaJa • Senin, 6 Mei 2024 | 04:40 WIB

 

FOKUS: Guru SD Muhammadiyah Al Mujahidin saat mengikuti kegiatan Jurnalistik Goes to School dengan pemateri Zakki Mubarok selaku Pemred Radar Jogja Sabtu (4/5).
FOKUS: Guru SD Muhammadiyah Al Mujahidin saat mengikuti kegiatan Jurnalistik Goes to School dengan pemateri Zakki Mubarok selaku Pemred Radar Jogja Sabtu (4/5).

RADAR JOGJA -  Jurnalistik Goes to School yang merupakan program dari Radar Jogja menyambangi SD Muhammadiyah Al Mujahidin Gunungkidul Sabtu (4/5). Kegiatan ini bertujuan untuk membagikan ilmu jurnalistik bagi guru. Terlebih lagi dengan adanya program Jurnalis Cilik yang dimiliki SD Muhammadiyah Al Mujahidin ke depannya.

Kepala SD Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari Joko Kiswanto menyebut, kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kritis para guru.

Sebab dalam pelatihan jurnalistik ini, keterampilan jurnalistik guru bisa terasah. Sehingga ide atau pesan yang dituangkan melalui tulisan, bisa tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.

“Adalah upaya kami (lewat pelatihan, Red) yang signifikan untuk memperkaya khasanah ilmu jurnalistik di sekolah,” ujarnya.

Baca Juga: Masuk di SD Muhammadiyah Al Mujahidin Harus Inden dan Diseleksi

Menurut Joko, karya yang dihasilkan dalam hal ini adalah sebuah tulisan, yang bisa dikenang sepanjang masa. Hal ini pun sesuai dengan perkataan Imam Al-Ghazali. “Kalau kau bukan anak raja dan kau bukan anak seorang ulama besar, maka jadilah penulis,” ungkapnya.

Hal serupa juga sebelumnya telah diungkapkan oleh Ali bin Abi Thalib. “Semua orang akan mati kecuali karyanya. Maka tulislah sesuatu yang membahagiakan dirimu di akhirat kelak,” sambungnya.

Oleh karena itu, menurutnya ilmu jurnalistik sangat bermanfaat bagi pembelajaran guru. Terlebih kegiatan ini langsung menghadirkan pekerja media.

“Tidak semua ilmu bisa dicari di internet. Kami juga ingin menyampaikan bahwa, wartawan adalah salah satu profesi mulia selain bidang kerja yang lain,” bebernya.

Baca Juga: Pantai Sepanjang Gunungkidul dengan Luas Hamparan Pasir Putih, Jadi Lokasi Favorit Turnamen Voli Pantai Internasional

Pemimpin Redaksi (Pemred) Radar Jogja Zakki Mubarok turut memberikan tips dalam penulisan berita. Menurutnya, tidak semua informasi layak dijadikan sebuah berita. “Tergantung bobot atau nilai,” lontarnya.

Bahkan dalam rukun iman berita Jawa Pos, syarat berita harus memiliki beberapa indikasi. Seperti unsur ketokohan, merupakan peristiwa besar, memiliki human interest yang tinggi, unik, hingga eksklusif. “Bahasa media harus ringkas, efisien, jelas, efektif, populer, dan inovatif,” serunya.

Guru yang hadir tidak hanya mendapatkan ilmu soal kepenulisan. Mereka juga memperoleh kiat soal fotografi.

“Foto jurnalistik tidak sekedar asal jepret, tapi harus ada pesan di dalamnya. Foto jurnalistik merupakan perpaduan antara kata dan gambar,” kata Elang Kharisma Dewangga selaku pewarta foto.

Baca Juga: Jaga Stok Beras, Kementan Dorong Gerakan Serap Gabah dan Luas Tambah Tanam di Jawa Tengah

Peserta pelatihan Zulaeha mengaku, banyak ilmu baru yang diperoleh. Khususnya soal fotografi. “Ternyata foto jurnalistik tidak hanya asal foto,” kata guru bahasa Arab ini.

Peserta lainnya Anis Hidayah pun mengaku senang karena guru dan siswa tidak mendengarkan secara pasif. Sebab ada kegiatan lanjutan dengan latihan jurnalistik setelah pelatihan. “Dilanjutkan dengan membuat grup WA. Kalau tidak ada kelanjutannya, (pelatihan, Red) menjadi sia-sia,” kata Anis. (gun/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#radar jogja #Pelatihan Jurnalistik #SD Muhammadiyah Al Mujahidin Gunungkidul #Jurnalistik Goes to School